Tuntong laut, beluku, tuntong semangka dan tuntung (Sumatera), kura-kura jidat merah (Kalbar), tumtum (Kaltim)

Artikel
Tuntong laut, beluku, tuntong semangka dan tuntung (Sumatera), kura-kura jidat merah (Kalbar), tumtum (Kaltim)
Satwa
1717
4 Juli 2014
Penulis
Subhan Hadi
74
posting

Tuntong laut atau Batagur borneoensis merupakan salah satu reptil terlangka di dunia. Di Indonesia, tuntong laut termasuk satu diantara 7 reptil paling langka dan terancam punah. Bahkan Wildlife Conservation Society dan Turtle Conservation Coalition, memasukkan tuntong laut dalam Top 25 Endangered Tortoises and Freshwater Turtles (25 Penyu dan Kura-Kura Paling Terancam Punah).

Selain itu, reptil yang dilindungi di Indonesia ini juga menyandang status Spesies Critically Endangered dari IUCN Redlist serta terdaftar sebagai apendiks II CITES.

Tuntong laut merupakan salah satu jenis kura-kura yang lebih banyak hidup di air payau. Karapas tuntong laut berukuran sekitar 60 cm. Tuntong laut laki-laki memiliki tiga garis hitam yang membujur sepanjang karapas. Sedangkan pada betina berwarna coklat ke abu-abu. Kepala betina berwarna coklat sedangkan laki-lakinya memiliki kepala berwarna abu-abu atau putih.

Tuntong laut (Batagur borneoensis) memakan daun, tunas, buah mangrove, dan kerang. Telurnya berukuran 68-76 x 36-44 mm yang diletakkan di sarang yang dibuat di pantai. Dalam satu sarang, terdapat antara 12-22 butir telur. Sebagian besar aktifitas dilakukan di dalam air, dan hanya sesekali berada di luar air dan berjemur di pinggir sungai atau di atas batang-batang kayu.

 

Tuntong Laut Batagur borneoensis

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *