Trinil-lumpur Asia

Artikel
Trinil-lumpur Asia
Satwa
1481
30 Desember 2014
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Berukuran besar (35 cm), berwarna abu-abu. Paruh panjang lurus. Punggung abu-abu. Tungging, punggung bawah, dan ekor putih, seluruhnya bergaris hitam. Bagian bawah pucat dengan dada coklat kekuningtuaan. Kadang-kadang terdapat garis sayap putih pada bulu primer. Perbedaannya dengan burung Biru-laut adalah ukuran lebih kecil serta paruh hitam lurus dan membesar pada ujungnya. Iris coklat, paruh hitam, dan kaki kehitaman.

Berbiak di Siberia dan Manchuria; musim dingin bermigrasi ke India, Asia tenggara, Sumatera, Jawa dan Australia bagian utara.
Secara lokal, tujuan kunjungan utama pada musim dingin adalah gosong lumpur di pesisir Sunda Besar. Tercatat sampai 4.000 ekor di Sumatera bagian tenggara (Jambi dan Sumatera Selatan) dan sampai 1.000 ekor di jawa bagian timur laut. Kemungkinan sebagian besar luput teramati di Kalimantan, hanya ada beberapa catatan.

Menghuni gosong lumpur, dapat dikenali dari caranya mencari makan yang khas, berjalan maju dengan kaku, mengayun sambil mencamplungkan paruh dalam-dalam ke lumpur pada setiap langkahnya (seperti mainan mekanis). Memakan udang kecil, moluska, serangga dan ulat laut, juga memakan tetumbuhan.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *