Si Putih yang Tak Lagi Bersinar

Artikel
Si Putih yang Tak Lagi Bersinar
Satwa
1229
21 Juli 2014
Penulis
Yunita Perdiandti Jajomi
3
posting

Si Putih yang tak lagi Bersinar, Jalak Putih

Sungguh merupakan mahakarya luar biasa yang Tuhan ciptakan untuk tanah Indonesia ini, begitu banyaknya spesies burung yang mendiami tanah ini diantaranya adalah burung endemik yang hanya bisa ditemukan di salah satu wilayah di Indonesia saja. Salah satu dari 26 spesies burung dari kelompok jalak-jalakan (Sturnidae) yang menarik untuk dikaji lebih jauh adalah si Putih Jalak Putih.

Sekilas, si Putih Sturnus melanopterus ini memiliki kemiripan dengan kerabat dekatnya yaitu Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dimana keduanya merupakan jenis dari suku Sturnidae. Bagi pengamat pemula mungkin akan susah melihat perbedaan antara kedua burung ini, namun jika diperhatikan lebih seksama maka bisa terlihat bagian sekitar mata Jalak Putih bewarna kuning sedangkan pada jalak bali bewarna biru. Jalak Putih yang dalam bahasa Inggris disebut Black-Winged Starling  ini memiliki ukuran  sedang sekitar 20-25 cm dan memiliki paruh yang kuat, tajam dan lurus.

Selain itu, si putih ini juga berkaki panjang sebanding dengan tubuhnya. Hampir seluruh warna tubuhnya adalah putih sesuai dengan namanya namun di bagian sayap dan ekor berwarna hitam. Sekilas, memang cukup sulit untuk membedakan burung Jantan dan burung Betina dari burung ini, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantaranya pada Jalak Putih Jantan ukuran tubuhnya lebih besar dan lebih panjang daripada betina; warna bulu dikepala, dada, serta punggungnya mengkilap dan putih bersih. Jambul pada burung jantan lebih panjang dan kedua kakinya juga lebih panjang dan kokoh. Sedangkan pada Jalak Putih Betina ukurannya lebih pendek dan bulat, dengan warna putih yang kusam tak secerah jantannya, ukuran paruh, kaki dan jari-jari lebih pendek dari pada pejantannya.

Berbeda dengan si Betina, Ocehan Jalak Putih Jantan sangatlah kencang dan nyanyiannya lebih bervariasi daripada si betina. Itulah salah satu mengapa jalak putih ini banyak dicari dan diburu oleh manusia. Selain karena warna bulu putihnya yang cantik juga karena suaranya yang mengagumkan dimana menurut para pengagum jalak putih, hal ini merupakan satu kesatuan paket lengkap yang dimiliki burung endemik ini.

Biasanya si Putih ini berkumpul dalam kelompok kecil sekitar 4-5 ekor dan habitat dari si putih ini adalah sekitar rawa-rawa dan dataran rendah. Burung endemik yang hanya ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Jawa, Bali, Lombok, Sumatera dan Kalimantan ini kini tak lagi bersinar seperti dulu. Bila dahulu burung ini mudah ditemukan berkeliaran di sekitar sawah dekat pedesaan, sekarang populasinya kian menyusut. Pasalnya, burung ini banyak dicari dan diburu oleh manusia atas kecantikan bulunya dan kemerduan suaranya.

Populasinya saat ini telah berada dalam ambang kepunahan. Sungguh ironis memang apabila perburuan liar, perdagangan gelap, dan kerusakan habitat asli burung ini akibat alih fungsi lahan terjadi terus-menerus. Bukan lagi populasinya akan terancam punah bahkan burung ini malah bisa benar-benar punah. Apabila hal ini terjadi tentunya sungguh merugilah anak cucu kita yang tak dapat melihat secara langsung ciptaan Tuhan dalam bentuk makhluk yang memiliki bulu dan suara yang indah ini.

Oleh karena itu tentunya kita harus merawat sebaik-baiknya spesies burung yang masih tersisa dengan tidak ikut memeliharanya didalam sangkar serta mengajak kerabat maupun kawan yang keluarganya masih saja senang mencintai burung ini dengan cara yang salah, untuk membiarkannya hidup bebas di habitatnya. Kalau bukan kita sebagai generasi muda yang bertindak untuk kelestarian satwa-satwa di negeri ini, siapa lagi?  

Salam Lestari, Salam Konservasi!  

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *