Sebuah Perjalanan Mengenal Keanekaragaman Hayati

Artikel
Sebuah Perjalanan Mengenal Keanekaragaman Hayati
Satwa
65
2 Februari 2021
Universitas Negeri Jakarta
Penulis
Avita Putri
1
posting

Biodiversity Monitoring and Wildlife Photography Class merupakan program kerjasama antara An-Nahl EcoPark dan Yayasan KEHATI melalui Biodivesity Warriors. Program ini dilaksanakan dengan tujuan edukasi konservasi lingkungan untuk regenerasi peneliti muda dan ikut berpartisipasi dalam rangka memperingati AWC 2021 (Asian Waterbird Census).

Program ini di laksanakan setiap minggunya pada bulan Januari dan Februari 2021 bertempat di An-Nahl Ecopark yang berlokasi di Jl Raya Ciangsana KM7, Gunung Putri, Bogor. Pengenalan keanekaragaman flora dan fauna kepada peneliti muda sangatlah penting untuk menunjang kepedulian terhadap lingkungan. Dengan lebih mengenal flora dan fauna yang terdapat disekitar kita, diharakan dapat menumbuhkan rasa kepedulian dalam diri kita sebagai generasi penerus. Penanaman rasa cinta pada alam diharapkan dapat menumbuhkan rasa ikut memiliki dan cinta pada alam itu sendiri yang nantinya berujung pada peran serta kita dengan sukarela untuk menjaga kelestarian alam sekitar.

Memasuki minggu ke tiga kegiatan Biodiversity Monitoring and Wildlife Photography tepatnya hari Sabtu, 23 Januari 2021 dilakukan pada pukul 07.00-11.00 WIB. Lokasi pengamatan kali ini dengan menyusuri area perkampungan warga, perkebunan, pemancingan, dan persawahan yang terletak di bagian selatan dari EcoPark. Pengamatan ini dilakukan saat pandemic melanda, namun tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus covid-19.

Pengamatan berlangsung selama kurang lebih 4 jam dengan cuaca yang cerah. Pada saat  mulai menyusuri perkampungan warga, langsung ditemukan jenis burung madu sriganti dan burung bondol peking. Memasuki lokasi kedua yaitu area pemancingan ditemukan banyak jenis kupu-kupu dan capung. Setelah menyusuri pemancingan, lanjut memasuki area persawahan dan ditemukan banyak jenis burung bondol haji yang berada di hamparan rerumputan besar yang sedang makan biji bijian. Masih di area yang sama ditemukan suara dari burung cici padi, dan suara burung yang belum teridentifikasi. Lanjut memasuki area perkebunan yang banyak ditanami jenis pohon berbuah seperti rambutan, pisang, jambu mede, dan bintaro, serta banyak ditumbuhi tanaman singkong. Di perkebunan ditemukan kadal, bunglon, dan katak yang berada di pohon serta belalang sembah. Banyaknya jenis flora dan fauna yang ditemukan, menunjukkan baiknya sebuah ekosistem. Ekosistem yang baik juga sangat menguntungkan untuk kita. Kita sebagai manusia cukup dengan menjaganya agar tidak terjadi kerusakan ekosistem.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB yang mengharuskan tim menyelesaikan pengamatan minggu ini. Perjalanan yang memuaskan dengan menyusuri berbagai tipe habitat yang berbeda dapat mempertemukan tim dengan flora dan fauna yang menarik. Perjalanan kali ini ditutup dengan bertemunya kupu-kupu kecil berwarna putih (Leptosia nina) yang sedang melakukan aktivitasnya yaitu mating (kawin).

Moment terbaik bisa kita dapatkan di sebuah perjalanan. Namun sejauh apapun kaki ini melangkah, hati akan menemukan arah pulang menuju satu tempat yang paling tepat : Rumah (Tapak Jejak).

 

Salam lestari, salam konservasi

2
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *