Sebuah Perjalanan Mengenal Keanekaragaman Hayati part 2

Artikel
Sebuah Perjalanan Mengenal Keanekaragaman Hayati part 2
Satwa
74
3 Maret 2021
Universitas Negeri Jakarta
Penulis
Avita Putri
2
posting

Kegiatan Biodiversity Monitoring and Wildlife Photography memasuki minggu ke lima (Sabtu, 6 Februari 2021). Masih di lokasi yang sama yaitu di An-Nahl EcoPark Jl Raya Ciangsana KM7, Gunung Putri Bogor. Pengamatan kali ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dikarenakan hujan yang terus turun mengakibatkan waktu pengamatan yang mundur dari rencana. Cuaca yang mendung dan sesekali hujan turun, tidak menurunkan semangat kami menjelajah lokasi disekitar An-Nahl EcoPark untuk bertemu dengan flora dan fauna. Sebelum melakukan perjalanan tim melakukan breafing terlebih dahulu, saat breafing tim dikejutkan dengan adanya jenis ngengat Derambila  sp. yang sedang melakukan aktivitas mating (kawin).

Pengamatan kali ini menyusuri perumahan warga dilanjut dengan area persawahan dan perkebunan. Lokasi pertama yaitu perumahan warga, dan di awal pengamatan tim bertemu dengan ayam yang memiliki bulu sangat tebal hingga menutupi bagian wajahnya. Ayam tersebut bernama ayam kapas yang dipelihara oleh warga setempat. Ayam kapas merupakan ras ayam yang dinamakan sesuai bulunya yang halus dan terasa seperti sutra, selain itu tubuh ayam kapas relative kecil dibanding dengan ayam biasnya. Menurut referensi, belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Namun, titik asal-usul yang jelas disejarahkan berasal dari Asia Tenggara. Catatan terawal yang masih ada tentang ayam sutra atau ayam kapas berasal dari Marcopolo yang menulis tentang “ayam berbulu tebal”.

Memasuki area persawahan tim menemukan tanaman Melastoma malabathricum atau dikenal dengan nama lokal harendong (Sunda) dan  senduduk (Sumatera). Melastoma malabathricum merupakan tanaman perdu yang tumbuh dengan liar di lahan terbuka atau terlindung pada tanah kering atau lembab. Ciri umum dari tumbuhan ini adalah bentuk daun yang bulat telur dengan uju ng lancip dan permukaan daun yang kasar. Selain itu memiliki buah yang berbentuk unik, kecil, bergerombol dan berwarna ungu seperti anggur jika sudah masak. Masih di area persawahan, tim menemukan kadal, suara katak yang diduga jenis Fejervarya cancrivora, burung kutilang, burung bondol haji, dan burung bondol peking dengan jumlah banyak sedang memakan bulir padi. Sedangkan burung kutilang yang sedang bertengger di atas pohon petai.

Di tengah perjalanan tim kedatangan tamu special yaitu Kak Resha yang merupakan presenter Dongeng Anak di TVRI. Bersama Kak Resha kami semakin semangat untuk menjelajah flora fauna disekitar. Setelah jelajah area persawahan dilanjut dengan area perkebunan. Cuaca yang mulai baik dan panas matahari mulai datang tim menemukan capung dan banyak spesies kupu-kupu yang sedang hinggap di bunga. Kali ini tim mendapatkan moment menarik lagi, yaitu terdapat kupu-kupu dengan jenis Danaus chrysippus yang sedang melakukan aktivitas mating (kawin).

Sebuah perjalanan yang menyenangkan bersama tim melewati berbagai kondisi jalur yang unik. Menyusuri tengah sawah dengan kondisi jalur yang licin, naik turun bukit, melewati pinggir sungai, melewati jembatan, kondisi cuaca yang terkadang hujan lalu cerah, dan itu semua terbayarkan dengan bertemunya keanekaragaman flora dan fauna yang indah. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB menandakan selesainya pengamatan pada hari ini.

Masih banyak keanekaragaman flora fauna yang belum kita temukan. Masih banyak destinasi indah dengan beragam jenis flora fauna yang belum kita kunjungi. Wujudkan aksi kita untuk meredam ancaman kepunahan dengan cara sekecil apapun. Yang terpenting, jangan pernah lelah untuk terus belajar, mengenal, melindungi, serta menyuarakan tentang peran penting keanekaragaman flora fauna untuk kita dan untuk bumi.

Salam Lestari, Salam Konservasi !

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *