Sang Penguasa Lautan Elang Laut Perut Putih

Artikel
Sang Penguasa Lautan Elang Laut Perut Putih
Satwa
2032
21 Juli 2014
Penulis
Yunita Perdiandti Jajomi
3
posting

Di negara tercinta Indonesia ini, terdapat kurang lebih 75 jenis burung pemangsa. 75 burung pemangsa tersebut terdiri dari 2 suku yang berbeda yaitu suku Accipitridae terdiri dari 65 jenis dan suku Falconidae terdiri atas 10 jenis.

Salah satu jenis burung pemangsa yang ada di Indonesia adalah Elang Laut Perut Putih Sang Penguasa Lautan. Sang Penguasa Lautan ini termasuk kedalam suku Accipitridae dengan nama latinnya Haliaeetus leucogaster dan nama inggrisnya White-breasted Sea Eagle yang memiliki ukuran tubuh 70-85 cm, berwarna putih, abu-abu dan hitam dengan iris berwarna cokelat, dan paruh berwarna abu-abu.

Pada fase remaja, warna putih tubuhnya berganti dengan warna coklat pucat dan warna abu-abu. Sedangkan pada elang laut perut putih dewasa di bagian leher, kepala dan bagian bawah tubuh berwarna putih. kemudian pada sayap, punggung dan ekornya berwarna abu-abu, tungkai tanpa bulu dan kaki berwarna abu-abu coklat.

Sang Penguasa Lautan ini memiliki bulu primernya yaitu hitam, terbang dengan ekornya yang berukuran pendek dan akan membentuk baji pada sayapnya terangkat membentuk huruf “V” yang merupakan salah satu keunikan sang penguasa lautan ini. Perbedaan jenis kelamin jantan dan betina sukar dibedakan, namun sang penguasa lautan dewasa jantan, rata-rata lebih kecil dari betina sekitar 70-75 cm.

Sedangkan betina rata-rata diatas 85 cm dan memiliki rentang sayap lebar mencapai 2 meter yang sesuai untuk terbang melayang. Sang Penguasa Lautan ini senang sekali berada di daerah-daerah yang dekat dengan perairan sering mengunjungi daerah pesisir pantai sampai daerah yang ketinggiannya mencapai 3000 m dpl ditemui berkelompok maupun sendirian. Terbang melayang dan meluncur dengan posisi sayap membentuk huruf “V”, dengan kepakan pelan tapi kuat.

Sering bertengger dengan sangat tegak pada pohon dipinggir perairan, dan didaerah karang. Sarangnya kokoh dibuat dipohon-pohon yang tinggi terbuat dari cabang dan 4 ranting, yang bisa digunakan selama bertahun-tahun dengan musim kawin berkisar pada bulan Mei sampai dengan Oktober.

Jenis makanan bervariasi dari jenis ikan baik ikan laut maupun ikan air tawar, reptilia seperti ular, kura-kura maupun penyu kecil serta burung air seperti penggunting laut, petrel, camar, cikalang, pecuk dan cangak.           

Sang Panguasa Lautan ini jarang ditemukan terutama di daerah jawa dan bali meskipun masih umum di temukan di daerah sumatera dan kalimantan. Namun kita tetaplah jua harus melindungi raptor penguasa lautan ini. Sebagai bentuk konservasi kita agar spesies raptor ini tidak menghilang dan tidaklah punah. Agar kelestarian alam akan tetap terjaga

oleh karena itu..

Stop Perburuan Liar! Burung-burung ini ingin terbang bebas mengangkasa memamerkan  kegagahannya.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *