Salfia

Artikel
Salfia
Flora
1023
8 Desember 2014
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Sub Kelas: Asteridae

Ordo: Lamiales

Famili: Lamiaceae

Genus: Salvia

Spesies: Salvia splendelvins

Merupakan tanaman hias berbunga indah yang berasal dari Meksiko, ditanam di taman-taman atau pekarangan. Dapat ditemukan terutama pada daerah berhawa sejuk sampai ketinggian 1400 m diatas permukaan air laut. Salvia menyukai tempat-tempat yang menerima sinar matahari penuh atau agak terlindung dengan cahaya cukup. Pengembangbiakan dengan biji atau setektunas. Habitus perdu, tumbuh tegak, tinggi 20-90 cm, batang bersegi empat, bercabang. Daun tunggal, panjang pangkal daun 1-6 cm, helaian daun bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, tulang daun menyirip, panjang 3-10 cm, lebar 2-6,5 cm, warnanya hijau tua. Bunga majemuk, 2-16 kuntum tumbuh melingkar menjadi karangan bunga berbentuk tandan yang panjangnya 10-30 cm, berwarna merah. Buahnya lonjong, kecil.

Rasa manis, netral. Berkhasiat menurunkan panas (antipiretik).

Kandungan Kimia: Salvitin, saponin, flavonoids.

Bagian yang Dipakai: Seluruh tumbuhan.

Kegunaan:

Demam, panas tinggi.Pendarahan, mimisan (epistaxis).Bisul (furunculus).Luka terpukul (swelling).Terkilir, bengkak (edema).

Dosis Pemakaian:

Pemakaian luar : salvia segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus sampai seperti bubur. Dipakai untuk mengurap bagian tubuh yang sakit.Pemakaian dalam : 15-30 gram salvia direbus, airnya diminum.

Pemakaian Luar:

Bisul (furunculus) : salvia segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera L ) yang telah dibuang kulitnya dan norit secukupnya, diaduk lalu ditempelkan pada bisul.Terkilir, bengkak (edema), luka terpukul (swelling) : tumbuhan salvia secukupnya dicuci dan digiling halus, tambahkan terigu yang telah disangrai dan arak putih secukupnya, diaduk lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.

Pemakaian Dalam:

Pendarahan:30 gram salvia dan 200 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), dicuci bersih dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.Mimisan (epistaxis) : 30 gram salvia, 30 gram gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) dan 30 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica L.), dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah dingin  lalu airnya diminum.Panas tinggi, demam : 30 gram salvia , 30 gramsambiloto (Andrographis paniculata Nees.) dan 15 gram rimpang kunyit (Curcuma longa L.),dicuci dan dipotong-potong seperlunya  lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *