Rek-rekan

Artikel
Rek-rekan
Satwa
1870
4 Juli 2014
Penulis
Apris Nur Rakhmadani
84
posting

Rekrekan (Presbytis fredericae Sody,1930)
Adalah salah satu primata endemik jawa yang saat ini tersebar di sisa hutan di Jawa .Jenis lutung ini di kenal oleh masyarakat degan nama Rekrekan. Seperti pada gambar di samping, untuk mengenali Rekrekan, dapat dilihat dari warna bulu yang hitam dengan bagian depan (mulai dada, lengan bagian dalam, paha hingga ke ekor bagian dalam juga berbulu putih), warna muka juga merah kebiru-biruan, kadang ada jambul dan jambang di sekitar kepala dan muka. Menurut beberapa ahli primata, species ini pada awalnya di kategorikan sebagai anak jenis dari Surili (Nijman,1997;Nijman dan Van Balen,1998) yang persebaranya hingga ke daerah jawa timur yaitu ;Gunung Lawu dan Gunung Wilis. Namun menurut Brandon-Jones,2005, species ini di ajukan sebagai species yang berbeda, berdasarkan koleksi specimen yang di peroleh dari lereng selatan G.Slamet. Hingga akhirnya IUCN mengkategorikan sebagai species yang kurang data (Data Deficient) juga dalam taxonomi primata asia tenggara telah di pisahkan dari surili sebagai species tersendiri (Brandon-Jones.et.al,2004)

Surili adalah grup monyet Dunia Lama dan membuat genus Presbytis. Mereka hidup di bagian selatan semenanjung Malaya, di Sumatra, Borneo, Jawa, dan pulau kecil di sekitarnya. Umumnya warna tubuh Surili dewasa mulai dari kepala sampai bagian punggung hitam atau coklat dan keabuan, sedangkan warna rambut jambul dan kepala berwarna hitam. Rambut yang tumbuh di bawah dagu, dada dan perut, bagian dalam lengan kaki dan ekor, berwarna putih. Warna kulit muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan. Anak yang baru lahir berwarna putih dan memiliki garis hitam mulai dari kepala hingga bagian ekor.
Kehidupan : Surili menempati hutan primer dan sekunder mulai dari hutan pantai hingga hutan pegunungan pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Komposisi pakan Surili terdiri dari daun muda atau kuncup daun (64%), buah dan biji (14%), bunga (7%), dan sisanya (15%) berbagai jenis makanan lain seperti serangga.

 

 

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *