Poksai Hitam

Artikel
Poksai Hitam
Satwa
1047
4 Januari 2015
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Burung penetap yang tidak jarang di hutan pegunungan pada kisaran ketinggian 600-1600 di Sumatera. Sedangkan di Kalimantan, terbatas hanya di daerah pegunungan di Kalimantan bagian utara. Tersebar dari Gn Kinabalu ke selatan sampai Usun Apau, Gn Dulit, dan Gn Mulu. Tidak umum menetap di hutan pegunungan antara ketinggian 1000-2000 m. Hidup dalam kelompok kecil, menyukai lantai bawah dan tengah hutan. Memakan serangga, laba-laba, dan kadang biji-bijian.

Semenanjung Malaysia, ujung selatan Thailand, dan Sumatera.

Bergerak bersama dalam kelompok kecil yang berisik, lebih sering berada pada kanopi hutan yang lebat, jarang terbang dalam jarak yang jauh, lebih sering terlihat terbang melayang antar pohon yang berdekatan. Musim berbiak Oct-Apr. Sarang berbentuk mangkuk yang tebal tersusun dari serat tumbuhan dan dedaunan, biasanya ditempatkan pada percabangan pohon sekitar 2,5 m dari permukaan tanah. Jumlah telur biasanya 2 butir setiap periode berbiak. Berukuran besar (26 cm), berwarna coklat keabu-abuan gelap. Ras Sumatera dan Kalimantan terlihat berbeda. Ras Sumatera: paruh kuning-jingga dan bulu kehitaman. Ras Kalimantan dewasa: paruh merah, bulu lebih coklat, kepala kuning botak. Remaja: lebih buram dan mahkota berbulu seluruhnya. Iris coklat. Kulit tanpa bulu di sekitar mata dan pipi berwarna biru (ras Sumatera) aau kekuningan (ras Kalimantan). Paruh jingga (ras Sumatera) atau merah (ras Kalimantan). Kaki kuning kecoklatan.

 

Photo by : Google

Source : Kutilang Indonesia, Burung Indonesia, Buku Panduan Identifikasi Burung Sumatera Kalimantan Jawa dan Bali, BirdLife

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *