Pohon Benda, kerabat nangka yang mulai langka

Artikel
Pohon Benda, kerabat nangka yang mulai langka
Lain-lain
3783
27 Januari 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

ich ni san shi go rok, baju goni sarawa tarok.

Kalimat di atas adalah pantun dari Minangkabau yang bermakna satu dua tiga empat lima enam (bahasa Jepang), baju goni celana serat tarok (benda). Tarok atau lebih dikenal dengan nama “benda”, adalah tumbuhan dari marga Artocarpus seperti nangka dan sukun. Jaman dahulu tumbuhan ini dimanfaatkan kulit pohonnya (pepagan) untuk bahan serat atau pakaian, sehingga diabadikan dalam pantun Minangkabau.

 

Artocarpus elasticus, foto oleh Ferry Slik.

Benda memiliki nama ilmiah Artocarpus elasticus, di Indonesia tumbuhan monoecious ini juga dikenal dengan nama lain yaitu terap, teureup, torop, bendha, bakil, kokap, kalam atau ta√тĢng. Pohon ini bisa tumbuh tinggi mencapai kurang lebih 50 m dengan diameter berkisar 1 – 2 m. Bentuk daunnya mirip dengan sukun, agak berbulu dengan tepi daun berlekuk-lekuk. Buahnya bundar dengan warna coklat kekuning-kuningan, permukaan buah berduri runcing lunak.

Tumbuhan yang sekarang semakin sulit ditemui ini ternyata memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan penghasil serat dari kulit kayunya. Getah dan kulitnya juga dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat sakit perut. Sedangan bijinya bisa dikonsumsi sebagai cemilan setelah digoreng, atau dijadikan minyak rambut. Buahnya yang mirip dengan nangka dan sukun juga bisa dikonsumsi. Buah yang matang bisa dikonsumsi langsung sedangkan buah yang masih mentah bisa digulai seperti nangka muda atau gudeg.

Referensi

[proseanetasianplantwikipedia]

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *