Penemuan Ratusan Spesies Pengendali Hama Agroforestri di Cagar Biosfer, Karst Menoreh, Kulon Progo

Aktivitas, Ekowisata, Satwa
Penemuan Ratusan Spesies Pengendali Hama Agroforestri di Cagar Biosfer, Karst Menoreh, Kulon Progo
23 Desember 2023
279

Penulis: Canavalia Wedelia Arfentri dan Alfian Surya Fathoni.

 

Pendataan laba-laba oleh Tim BW KEHATI UGM di Air Terjun Grojogan Sewu (Canavalia W. Arfentri, 2023) 

     Yogyakarta, 23 Desember 2023 – Tim peneliti laba-laba dari Biodiversity Warrior Kehati Universitas Gadjah Mada (BW KEHATI UGM) yang terdiri dari mahasiswa S2 yaitu Canavalia Wedelia Arfentri, Alfian Surya Fathoni, Febrinal, Rashif Naufal Andhika, dan mahasiswa S1 Evelyne Wahyuningtyas Yusrina Seddi yang bekerjasama dengan kelompok penelitian Kalamangga (yang beranggotakan: Naufal Urfi Dhiya’ulhaq, M Ikhsan Al Ghazi, Roid Nur Azizah, dan Raafi Nur Ali) telah melakukan kegiatan penelitian keanekaragaman laba-laba (Ordo Araneae). Penelitian ini dilakukan di Kalurahan Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena ekosistem karst Menoreh yang memiliki tingkat biodiversitas dan endemisitas yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh variasi iklim dan struktur topografi, sehingga banyak terbentuk relung yang berbeda bagi organisme di dalamnya (Clements et al., 2006).

     Kalurahan Jatimulyo (untuk seterusnya disebut Jatimulyo) merupakan lokasi yang berpotensi untuk diteliti keanekaragamannya. Desa ini memiliki julukan Desa Ramah Burung Jatimulyo karena memiliki Tambahi sudah memiliki Perdes No. 8 Tahun 2014 yang mengatur tentang Pelestarian Lingkungan Hidup (Afif dan Aisyianita., 2023). Dapat dibuktikan dengan penelitian keanekaragaman sebelumnya yaitu penelitian sebelumnya mengenai kenaekaragaman yang menemukan sedikitnya terdapat 77 jenis burung (Mufti dan Hadisusanto, 2020), 11 jenis amfibi (Qurniawan dan Trijoko, 2012), 30 jenis moluska, 30 jenis capung, 100 jenis kupu-kupu, dan 30 jenis anggrek (Anggraeni, 2019). Namun penelitian mengenai keanekaragaman dan peran ekologis laba-laba di Jatimulyo belum pernah dilakukan, sehingga diperlukan kajian secara spesifik. Sementara itu, laba-laba memiliki peran biokontrol yang sangat efisien, didukung oleh penelitian Michalko et al. (2019) yang menyebutkan bahwa 79% individu hama dapat menurun seiring dengan kenaikan jumlah individu laba-laba. Keberadaan laba-laba di alam secara tidak langsung berfungsi untuk mengontrol populasi hama, terutama di lokasi penelitian yang didominasi oleh lahan agroforestri. 

Lanskap karst Jatimulyo (Fathoni, 2023)

     Kolaborasi penelitin dilakukan bersama Mahasiswa Pecinta Alam UGM (MAPAGAMA), kelompok peneliti laba-laba Kalamangga, dan Kelompok Tani Hutan Wanapaksi Desa Jatimulyo (KTH Wanapaksi Jatimulyo). Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pendataan jenis laba-laba di beberapa titik lokasi di Jatimulyo, dokumentasi foto spesies laba-laba, dan  edukasi mengenai peran laba-laba di alam. Metode pengambilan spesimen dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan memukul semak atau dedaunan menggunakan tongkat agar laba-laba jatuh pada tempat penampung yang digunakan seperti payung. Lokasi pengambilan data jenis laba-laba adalah kawasan Air Terjun Kembang Soka, Air Terjun, Air Terjun Grojogan Sewu, kebun warga sekitar Kopi Sulingan dan Jatimulyo, Ekowisata Taman Sungai Mudal, Air Terjun Setawing, Air Terjun Kedung Pedut, Gunung Lanang, Gunung Bolong, ekosistem kebun tebu, ekosistem hutan pinus, Goa Kiskendo, Bukit Paju Telu, dan kawasan Makam Mbah Wonolanjar. 

     Penelitian ini menemukan adanya 148 jenis laba-laba dari 233 spesimen awetan laba-laba yang dikumpulkan. Di antara jenis-jenis yang ditemukan tersebut, tidak ada spesies yang memiliki bisa tinggi sehingga tidak membahayakan bagi warga sekitar Jatimulyo. Jenis-jenis yang berperan penting bagi warga contohnya seperti laba-laba anggota famili Salticidae (Jumping Spider), Cheiracanthiidae, Araneidae, Tetragnathidae, Oxyopidae, Clubionidae, dan Lycosidae (Wolf Spider). Salah satu anggota Famili Araneidae yaitu jenis Nephila pilipes atau dalam bahasa lokal yaitu “Kemlandingan” atau “Laba-laba Jaring Bola Emas Raksasa (Giant Golden Orb Weaver) memiliki peran sebagai penyedia material sarang bagi burung pemakannya yaitu Empuloh Janggut (Alophoixus bres) dan Kehicap Ranting (Hypothymis azurea) sebagai perekat material sarang burung (BirdNote, 2022). Selain itu, laba-laba mengandung senyawa taurine yang penting bagi anakan burung pemakannya untuk tumbuh (BirdFact, 2021). Jenis laba-laba lainnya juga dapat berperan sebagai biokontrol hama serangga (Sarma et al. 2013). Laba-laba unik yang ditemukan di Jatimulyo menurut kami seperti laba-laba jenis Gasteracantha spp. (Spiny Orb-weaver) yang memiliki bentuk yang unik dan variasi warna yang menarik, selain itu jenis Cosmophasis valeriae (anggota famili Salticidae/Jumping Spider) juga memiliki warna mencolok yang berwarna-warni, dan jenis Tmarus sp.  (Crab Spider) yang terspesialisasi untuk melakukan kamuflase pada ranting pohon dan berbentuk unik yaitu dengan tungkai yang membentang sepanjang tubuhnya seperti pada gambar di bawah.

Gasteracantha diardi I Parallel-spined Spiny Orbweaver (Fathoni, 2023)

Cosmophasis valeriae (Ali, 2023)

Tmarus sp. / Crab Spider (Fathoni, 2023)

     Laba-laba adalah salah satu objek yang jarang diteliti karena minimnya literatur yang tersedia, dibalik hal tersebut laba-laba memiliki banyak peran di alam seperti penyedia material sarang, sumber protein anakan burung, dan pengendali hama. Laba-laba juga memiliki keunikan yang spesifik pada tiap spesiesnya. Tim peneliti laba-laba BW KEHATI UGM merupakan sosok pionir dalam penelitian laba-laba yang  bergerak dalam mengidentifikasi keanekaragamandan peranan ekologis laba-laba di Jatimulyo. Harapan dari tim peneliti laba-laba BW KEHATI UGM adalah adanya ketertarikan penelitian selanjutnya baik oleh akademisi maupun citizen science, adanya edukasi lebih dalam tentang peran laba-laba, informasi spesies berbahaya, dan keunikan laba-laba. 

 

Referensi:

Afif, Fuadi., R. A. Aisyianita. 2023. Ekowisata Di Desa Jatimulyo Kulonprogo, Benang Merah Konservasi Burung Dan Pariwisata. Pariwisata, Vol. 10: 107-116.

Anggraeni, V. A. 2019. Ternyata ada desa konservasi di Yogyakarta. Diakses pada lama https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/02/24/ternyata-ada-desa-konservasi-di-yogyakarta pada tanggal 21 Desember 2023

BirdFact. 2021. Do Birds Eat Spiders? (Complete Guide). Diakses pada laman : https://birdfact.com/articles/do-birds-eat-spiders pada tanggal  21 Desember 2023

BirdNote. 2022. Spider Silk - Duct Tape for Bird Nests: A flexible, resilient material for construction and repair. Diakses pada laman : https://www.birdnote.org/listen/shows/spider-silk-duct-tape-bird-nests pada tanggal 21 Desember 2023.

Clements, R. C., N. S. Sodhi, P. K. L. Ng, and M. Schilthuizen. 2006. Limestone karst of Southeast Asia: Imperiled arks of biodiversity. BioScience, 56(9): 733-742. 

Michalko, R., S.  Pekár, M. Dul’a, and M. H. Entling. 2019. Global pattern in the biocontrol efficacy of spiders: A meta-analysis. Global Ecology and Biogeography, 28(9): 1366-1378. https://doi.org/10.1111/geb.12927.

Mufti, F. dan S. Hadisusanto. 2020. Struktur komunitas burung dan upaya konservasi burung di Desa Jatimulyo, D.I.Y. Tesis: Magister Biologi, UGM. 

Qurniawan, T. F. and Ttrijoko. 2012. Species composition of amphibian in Gunungkelir Stream, Jatimulyo Village, Kulon Progo. Jurnal Teknosains, 2(1): 1-9. https://doi.org/10.22146/teknosains.5988.

Sarma, S., D. Pujari & Z. Rahman. 2013. Role of Spiders in Regulating Insect Pests in the Agricultural Ecosystem -An Overview. JIARM: 100-117.

 

Referensi Foto: 

Alfian S. Fathoni. 2023. Gasteracantha diardi. Diambil di Desa Ramah burung Jatimulyo pada tanggal 16 juni 2023.

Alfian S. Fathoni. 2023. Lanskap karst Jatimulyo . diambil di Desa Ramah burung Jatimulyo pada tanggal 16 juni 2023.

Raafi N. Ali. 2023.Cosmophasis valeriae. diambil di Desa Ramah burung Jatimulyo pada tanggal 24 Mei 2023.

Alfian S. Fathoni. 2023. Miagrammopes sp. Diambil di Desa Ramah burung Jatimulyo pada tanggal 16 juni 2023.

Canavalia W. Arfentri. 2023. Pendataan laba-laba. Diambil di Desa Ramah burung Jatimulyo pada tanggal 25 Mei 2023.

araneae, biodiversitas, biodiversity, indonesia, jatimulyo, keanekaragaman, laba-laba, spider, yogyakarta, 2023
Tentang Penulis
Canavalia Wedelia Arfentri
Biologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2023-12-23
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *