Pemutihan Terumbu Karang Warna-Warni (Colorful Coral Bleaching)

Artikel
Pemutihan Terumbu Karang Warna-Warni (Colorful Coral Bleaching)
Kelautan, Perubahan Iklim
49
1 Februari 2021
Universitas Brawijaya
Penulis
Melynda Dwi Puspita
3
posting

Peristiwa pemutihan terumbu karang (coral bleaching) dicetuskan pertama kali oleh Yone dan Nicholls (1931). Pemutihan pada terumbu karang disebabkan oleh hilangnya sebagian konsentrasi zooxanthella. Kenaikan suhu sebesar 1oC saja, mampu membuat karang stress. Selain itu minimnya cahaya yang memasuki kolom perairan dan kurangnya nutrisi yang diterima menjadi pemicu lain.

 

Karang (coral) adalah kelompok hewan dari Filum Coelenterata. Tubuhnya berbentuk tabung kecil yang disebut polip dan mengandung kalsium karbonat (CaCO3). Sebagai organisme yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri. Karang mengonsumsi plankton (fitoplankton dan zooplankton) menggunakan sel penyengat (nematocyst). Selain itu, karang juga bersimbiosis dengan zooxanthella. Zooxanthella merupakan alga bersel satu kelompok dinoflagellata dari Marga Symbiodinium. Setiap karang mengandung berkisar 1-5×106 zooxanthella/cm .

 

Sebenarnya efek warna pada karang tidak dihasilkan oleh karang itu sendiri. Melainkan diproduksi oleh dinoflagellata. Sehingga apabila terjadi pemutihan maka diakibatkan oleh berkurangnya jumlah zooxanthella. Pemutihan tidak hanya dialami oleh karang, tetapi pada semua jenis hewan yang bersimbiosis dengan dinoflagellata. Oleh karena itu, lebih tepat jika penyebutannya ialah pemutihan terumbu karang.

 

Fenomena pemutihan terumbu karang identik dengan warna putih sesuai dengan namanya. Ketika karang mengalami pemutihan, kurang lebih 60-90% zooxanthella menghilang dari polip. Padahal zooxanthella-lah yang telah menyediakan kebutuhan karbon sebesar 90%. Dan hasil fotosintesis dinikmati karang sebanyak 95%.

 

Namun, peristiwa terbaru cukup menggemparkan, yaitu pemutihan terumbu karang warna-warni. Terumbu karang mengalami pemutihan tetapi nampak berwarna-warni pertama kali terlihat di Pulau Lizard tahun 2010. Selanjutnya terhitung hingga tahun 2020, fenomena ini teramati pada lima belas lokasi berbeda. Diantaranya di Filipina, Hawai, Maladewa dan Panama.

 

Pemutihan berwarna cenderung menghasilkan warna neon menyala. Seperti hijau, kuning, merah muda, ungu dan biru. Kejadian ini dikabarkan menjangkit beberapa jenis karang, yaitu Porites, Pocillopora, Montipora dan Acropora. Pigmen warna tersebut disebabkan oleh protein hijau berpendar (green fluorescent protein). Setiap spesies akan menghasilkan pigmen warna yang berbeda. Adapula spesies yang tidak menghasilkan warna tertentu. Melainkan warna putih seperti pada umumnya pemutihan terumbu karang.

 

Pemutihan terumbu karang warna-warni ini sebenarnya merupakan upaya karang untuk mencoba menarik kembali biota laut agar segera berdatangan. Karang berusaha untuk memperoleh makanan secara langsung melalui konsumsi plankton. Saat alga mulai pulih dan dapat berfotosintesis. Karang berhenti memproduksi pigmen warna neon. Mekanisme strategis ini disebut sebagai optical feedback loop.

 

Seperti pada umumnya penyebab pemutihan karang, colorful coral bleaching diawali oleh naiknya suhu permukaan laut ringan kurang lebih selama dua hingga tiga minggu. Selain itu, minimnya nutrisi yang diterima dari zooxanthella juga menjadi faktor indikasi. Seperti rendahnya kandungan fosfor terlarut dalam perairan ataupun tingginya kadar nitrogen dalam air. Para ahli berpendapat, apabila pemutihan jenis ini tidak seganas pemutihan karang pada umumnya yang berwarna putih. Pigmen warna yang dihasilkan dapat dikatakan sebagai upaya proteksi diri.

 

Peristiwa ini tentu saja membingungkan banyak pihak. Bagi orang awam, hal ini nampak indah dan menjadi daya tarik wisata selam. Namun apabila episode stress terus berkepanjangan. Maka dapat dipastikan bahwa tidak ada fenomena pemutihan terumbu karang warna-warni. Yang ada hanyalah pemutihan terumbu karang berwarna putih.

 

Referensi:

  • Bollati, E., C. D’Angelo, R. Alderdice, M. Pratchett, M. Ziegler and J. Wiedenmann. 2020. Optical feedback loop involving dinoflagellate symbiont and scleractinian host drives colorful coral bleaching. Current Biology Article. 30: 2433-2445.
  • Sjafrie, N. D. M. 2014. Coral bleaching: mekanisme pertahanan karang terhadap stress. Jurnal Oseana. 39 (4): 1-13.
  • Wiedenmann, J. dan C. D’Angelo. 2020. Terumbu karang yang menyala terang neon selama pemutihan mewarkan harapan untuk pemulihan. https://id.climateimpactnews.com/adaptation/6123-coral-reefs-that-glow-bright-neon-during-bleaching-offer-hope-for-recovery/. Diakses pada 1 Februari 2021 pukul 11:51 WIB.
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *