Paok Sayap Biru

Artikel
Paok Sayap Biru
Satwa
1834
29 Desember 2014
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Burung Paok Sayap Biru mempunyai nama ilmiah Pitta Moluccensis yang hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Keberadaan burung Paok Sayap Biru di Indonesia dapat dijumpai pada hutan Sumatera, Kalimantan dan di kepulauan Natuna tetapi di luar negeri keberadaannya juga ada di negara Cina, India tenggara, Malaysia dan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Kebiasaannya gemar melakukan migrasi saat musim dingin tiba dengan melakukan perjalanan jauh ke daratan Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mencari makan dan berkembang biak.

Di negara Indonesia burung Paok Sayap Biru dilindungi keberadaannya oleh pemerintah dan tidak boleh diburu dengan alasan apapun. Tujuan dilindunginya burung ini tak lain agar populasinya tidak sampai punah karena jenisnya sudah langka ditemukan di negara lain. Adapun sejarah dari burung Paok Sayap Biru dikenal oleh orang-orang yang dikarenakan ada seorang peneliti asal Jerman yang bernama Philipp Ludwig Status Muller yang mendeskripsikannya pada tahun 1776.

Mengulas lebih dalam mengenai spesifik ciri-cirinya burung Paok Sayap Biru mempunyai tubuh yang gemuk dan ukuran tubuhnya sekitar 18 cm. Bulunya berwarna-warni dengan warna sayapnya ialah biru laut berbercak putih di ujung sayapnya, alisnya berwarna coklat pucat, warna hijau di punggungnya, dan dadanya melekat warna merah karat. Untuk paruhnya berwarna hitam, iris matanya berwarna coklat, lalu kakinya tampak warna coklat pucat. Bagian menariknya ialah corak kicauannya yang khas dan berbeda dari burung ocehan lain.

© Paok Sayap Biru

Kicauannya terdengar keras dengan berbunyi “pu-wiu, pu-wiu” dan pada nada kedua kicauannya makin dikeraskannya. Mitos pun mengalir pada kicauan burung ini disebabkan masyarakat Indonesia di tanah Kalimantan menganggap kicauan burung Paok Sayap Biru sebagai pertanda hujan akan segera turun. Yang jadinya burung ini dianggap sebagai burung pembawa kabar gembira bagi masyarakat di Indonesia. 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *