Mengenal Laba laba

Mengenal Laba laba
11 Oktober 2022
3326

Laba-laba merupakan Arachnida yang memiliki delapan kaki dan biasa memanfaatkan jaring untuk menangkap mangsanya. Laba-laba ditemukan di seluruh dunia dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa ciri umum laba-laba meliputi:

  • Spinneret: organ di perut yang menghasilkan sutra, yang digunakan laba-laba untuk memintal jaring atau membungkus mangsanya
  • Kelenjar bisa: banyak laba-laba memiliki kelenjar bisa yang mereka gunakan untuk membunuh atau menaklukkan mangsanya
  • Taring: laba-laba memiliki taring yang mereka gunakan untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya
  • Mata: kebanyakan laba-laba memiliki delapan mata (atau kurang) yang tersusun dalam berbagai pola di kepalanya

Laba-laba adalah anggota penting dari banyak ekosistem, karena mereka memainkan peran dalam mengendalikan populasi serangga dan hewan kecil lainnya. Pada dasarnya semua laba-laba bersifat predator, artinya mereka berburu dan membunuh hewan lain untuk dimakan. Mereka menggunakan bisanya untuk menaklukkan mangsanya dan sutra kuatnya untuk membungkus dan melumpuhkan korbannya.

Laba-laba dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan, padang rumput, gurun, dan lahan basah. Beberapa spesies beradaptasi untuk hidup di pohon, sementara yang lain lebih suka hidup di tanah atau di liang. Beberapa laba-laba bahkan beradaptasi untuk dapat hidup di lingkungan air.

Selain berburu dan memakan hewan lain, laba-laba juga menjadi mangsa bagi hewan lain. Hewan yang lebih besar seperti burung, kadal, dan mamalia dapat memakan laba-laba, dan laba-laba juga dapat dimangsa oleh laba-laba lainnya.

Secara keseluruhan, laba-laba memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi hewan lain dan menjadi sumber makanan bagi spesies lain.

Laba-laba diklasifikasikan sebagai araknida, sekelompok hewan yang juga termasuk kalajengking, tungau, dan kutu. Dalam keluarga araknida, laba-laba diklasifikasikan sebagai anggota ordo Araneae. Ada lebih dari 50.000 spesies laba-laba yang diketahui, yang dibagi menjadi beberapa famili berbeda berdasarkan ciri fisik dan perilakunya. Beberapa famili laba-laba yang paling umum meliputi:

  • Araneidae: laba-laba penenun yang umumnya memintal jaring berbentuk melingkar untuk menangkap mangsanya
  • Lycosidae : dikenal dengan laba-laba serigala, yang merupakan pemburu yang bergerak cepat dan tidak memintal jaring
  • Salticidae : laba-laba pelompat, yang dikenal karena gerakannya yang lincah dan penglihatannya yang sangat baik
  • Theridiidae: laba-laba penenun yang memintal jaring berbentuk tidak teratur
  • Sparassidae: laba-laba pemburu berukuran besar yang kerap dijumpai pada malam hari

Mengidentifikasi laba-laba hingga tingkat spesies bisa jadi menantang, karena ada lebih dari 50.000 spesies laba-laba yang diketahui, dan ukuran, bentuk, dan warnanya bisa sangat bervariasi. Untuk mengidentifikasi laba-laba hingga ke tingkat spesies, seringkali diperlukan pemeriksaan beberapa ciri laba-laba, antara lain:

Ukuran dan bentuk: ukuran dan bentuk tubuh, kaki, dan perut laba-laba dapat membantu dalam mengidentifikasinya hingga ke tingkat spesies.

Warna: warna tubuh, kaki, dan perut laba-laba dapat berguna untuk identifikasi, meskipun penting untuk diperhatikan bahwa beberapa jenis laba-laba dapat memiliki variasi warna yang beragam dan jenis-jenis yang berbeda dapat memiliki coraak warna yang sama.

Jenis jaring: jenis jaring yang dipintal laba-laba juga berguna untuk identifikasi. Misalnya, laba-laba famili Araneidae umumnya memutar jaring berbentuk melingkar, sedangkan laba-laba famili Theridiidae memintal jaring yang berbentuk cenderung tidak beraturan.

Genital: identifikasi organ genital dilakukan pada laba laba dewasa menggunakan mikroskop untuk melihat corak alat reproduksi setiap spesies laba laba. Pengamatan genital merupakan cara yang paling menentukan identifikasi spesies karena tiap spesies memiliki bentuk genital yang unik sehingga hanya dapat kawin dengan sesama spesiesnya, menghasilkan suatu isolasi reproduksi.

Lokasi: lokasi geografis tempat laba-laba ditemukan juga dapat membantu identifikasi, karena tiap spesies laba-laba memiliki batasan lingkup distribusinya masing-masing.

 

Tentang Penulis
M Ikhsan Ghazi
Universitas Negeri Yogyakaarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Terkait
Tidak ada artikel yang ditemukan
2023-02-10
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *