Lanthanotus borneensis

Article
Lanthanotus borneensis
Animal
135
24 June 2022
Universitas Tanjungpura
Author
putripl_
3
posting

Kadal tak bertelinga endemik Kalimantan termasuk di dalam suku Lanthanotidae, hewan ini pertama kali ditemukan di bawah sampah dedaunan dekat sungai bebatuan Landak, Kalimantan Barat tahun 2008. Kadal Kalimantan merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dengan PP Nomor 7 Tahun 1999 dan lampirannya Permenhut 92 Tahun 2018.Kadal Lanthanotus borneensis termasuk daftar IUCN Redlist pada tahun 2019 dengan status Endangered (terancam punah).

Ciri umum dari kadal ini tidak ada lipatan gular, hidung tumpul dan telinga eksternal, selain itu kadal ini memiliki kelopak mata yang transparan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan hewan lain yang masih sebangsa dengannya. Habitat persebaran kadal tak bertelinga dapat ditemukan di daerah  dekat dengan sungai, kadal tak bertelinga aktif pada malam hari atau nocturnal dan bisa hidup di air dan di daratan.

Kulit pada seluruh tubuh kadal tak bertelinga dipenuhi dengan gerigi seperti kulit pada buaya, gerigi tersusun rapi dan teratur sampai pada ekor kadal tak bertelinga. Warna kulit kadal tak bertelinga adalah coklat tua pada bagian atas dan berwarna coklat muda pada bagian perut. Satwa ini memiliki empat kaki di depan dan belakang dan di setiap kakinya terdapat lima jari kuku yang tajam. Kadal tak bertelinga berkembang biak dengan cara bertelur.

Dengan keberadaan habitat kadal tak bertelinga menandakan bahwasanya kawasan tersebut masih terjaga ekosistemnya. Ada baiknya jika memanfaatkan alam dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan.

Foto by: Indraneil Das

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *