Kigelia

Artikel
Kigelia
Flora
2678
6 Januari 2015
Penulis
Nadia Putri Rachma
127
posting

Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Scrophulariales
Famili: Bignoniaceae
Genus: Kigelia
Spesies: Kigelia africana

Pohonnya tumbuh hingga 20m. Kulit pohon berwarna abu-abu dan halus, pada pohon yang sudah tua kulitnya mengelupas. Pengelupasan dapat terjadi setebal 6 mm pada cabang 15-cm (Roodt 1992). Kayunya cokelat pucat atau kekuningan.

Bunga-bunganya menggantung dari cabang-cabang yang fleksibel. Bunga malai, berbentuk lonceng oranye kemerahan atau hijau keunguan, dan lebar sekitar 10 cm. Bunga individu tidak menggantung tetapi berorientasi horizontal. Beberapa burung tertarik pada bunga tersebut dan batang yang kuat bisa sebagai pijakan yang ideal. Aroma yang paling terkenal di malam hari menunjukkan bahwa mereka disesuaikan dengan penyerbukan oleh kelelawar yang mengunjungi mereka untuk serbuk sari dan nektar. Mereka juga tetap terbuka pada siang hari namun, dan bebas dikunjungi oleh banyak serangga penyerbuk, khususnya spesies besar seperti lebah kayu.

Buah berbentuk seperti sosis menggantung.Bbuahnya disukai babon, gajah, jerapah, kuda nil, buah yang memang lonjong mirip sosis ini katanya berkhasiat obat untuk rematik, penawar bisa ular syphilis dan kadang difermentasi untuk bahan pembuat bir. Khasiat lainnya yaitu, dalam pengobatan tradisional Afrika menggunakan kigelia untuk merawat pelbagai penyakit kulit dari jangkitan kulat, bisul, jerawat dan psoriasis, melalui penyakit yang lebih serius, seperti penyakit kusta, sifilis dan kanser kulit. Ia juga digunakan secara berkesan untuk berpakaian luka dan kudis.

 

Bunga Kigelia

Buah kigelia yang berbetnuk sosis

Sumber: http://www.khasiatherba.com/herba/khasiat-kigelia-africana.html

Sumber gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/Kigelia

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *