Keripik Selada Laut, Unik dan Menyehatkan

Artikel
Keripik Selada Laut, Unik dan Menyehatkan
Lain-lain
5647
21 Juni 2014
Penulis
Puti Cinintya Arie Safitri
7
posting

Biasanya, kita mengkonsumsi selada air yang umum dijumpai pada hidangan yang menggunakan lalapan. Tapi tahukah Anda, bahwa ada jenis tumbuhan yang disebut ‘selada laut’?

Bentuk segar dari selada laut

Selada laut sebagai alternatif pangan

Selada laut (Ulva lactuca L.) adalah salah satu jenis ganggang hijau (Chlorophyta). Selain Ulva lactuca, jenis dari genus Ulva yang lain juga dapat dimanfaatkan.

Ulva banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Di Jepang misalnya, makanan yang memakai Ulva sebagai bahan bakunya dikenal dengan nama “aosa”, sementara di daerah Britania Raya (daratan Inggris & Skotlandia) alga ini banyak dijadikan sup & salad.

Tidak kalah unik, di Indonesia pun pemanfaatan Ulva sudah sangat beragam, salah satunya adalah dengan pembuatan keripik Ulva.

 

Keripik Ulva dan manfaatnya

Indonesia terkenal dengan Negara yang banyak memproduksi cemilan. Tentu dari tua hingga muda sangat menggemari cemilan keripik. Keripik Ulva ini sangat menarik karena bahan bakunya yang tidak umum seperti pada keripik lainnya. Bahannya (seperti yang telah disebutkan) adalah ganggang hijau.

Ulva adalah alternatif pangan yang unik lagi menyehatkan. Ulva mengandung serat pangan yang tinggi sehingga konsumsi Ulva dapat memperlancar sistem pencernaan. Ulva juga memiliki kandungan nutrisi tinggi. Ulva yang dikeringkan mengandung 18,7% air, 14,9% protein, 0.04% lemak, 50.6% gula tepung, & 0.2% serat. Vitamin & mineral yang ada dalam Ulva antara lain vitamin A, vitamin B1, vitamin C, serta iodin. Selain itu Ulva berkhasiat mencegah kanker, osteoporosis dan obat cacing alami.

Karena manfaatnya yang besar bagi manusia & jumlahnya yg melimpah, alga ini banyak diambil & dibudidayakan secara massal oleh manusia. Keripik Ulva merupakan salah satu hasil penelitian mahasiswa UGM. Program Magister Manajemen (MM) UGM, Fakultas Biologi, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah merintis kolam percontohan budidaya rumput laut jenis ganggang ulva di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kendala dalam pengelolaan keripik Ulva

Sayangnya pengelolaan pengolahan keripik Ulva ini mengalami kendala. Warga pesisir Pantai Kukup tidak melakukan inovasi pada pembuatan keripik Ulva sehingga rasa, kemasan dan penyajian keripik Ulva tidak begitu menarik pasaran. Masyarakat sekitar masih membutuhkan pelatihan untuk mengemas keripik Ulva sebagai komoditas yang menguntungkan bagi kesejahteraan hidup mereka.  

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *