Kenari Melayu

Artikel
Kenari Melayu
Satwa
1012
3 Januari 2015
Penulis
Bagus Satrio
173
posting

Burung yang termasuk Famili: Fringillidae dengan ukuran kecil (11 cm), berwarna kuning dan abu-abu. Burung jantan memiliki dahi dan dada berpita kuning dan bercoret hitam; tunggir kuning terang; sayap hitam dengan tiga garis kuning menyilang, dan pinggir putih pada bulu sekunder; tengkuk dan mantel abu-abu; tenggorokan hitam; perut putih bercoret hitam. Burung betina mirip jantan tetapi tunggir kuning lebih suram dan dada kurang berbintik.
Iris coklat; paruh kecoklatan; kaki hitam.

Global dan ras: Filipina

  • S. e. mindanensis (Ripley & Rabor, 1961): Mindanao tengah (Gunung Kitanglad dan Gunung Apo), di selatan Philippina.

Lokal dan ras: Sulawesi, Sumatera, dan Jawa

  • S. e. vanderbilti (Meyer de Schauensee, 1939): Sumatra utara (wilayah Gunung Leuser).
  • S. e. estherae ( Finsch, 1902): Jawa barat (Gunung Pangrango).
  • S. e. orientalis (Chasen, 1940): Jawa timur (Pegunungan Tengger dan barat dataran tinggi Hyang).
  • S. e. renatae (Schuchmann & Wolters, 1982): Gunung Rantekombola, di selatan Sulawesi.

Hidup sendirian atau dalam kelompok kecil, duduk di puncak semak-semak kecil pada padang rumput zona subalpin atau hutan lumut, juga hinggap di tanah. Turun ke ketinggian yang lebih rendah untuk mengunjungi semak sewaktu berbuah lebat, paling rendah sampai ketinggian 1.300 mdpl. Burung pemalu yang terbang cepat dengan cara terbang bergelombang.

Source : Kutilang Indonesia, WCS, CI

Photo by: Kenari melayu di G.Gede Pangrango Photo: © Setaphong Tantanawat

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *