Kejarlah Daku Kau Kutabrak

Artikel
Kejarlah Daku Kau Kutabrak
Lain-lain
1480
30 September 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Ini bukan cerita tentang film 80an “Kejar Daku Kau Kutangkap”, tetapi cerita tentang Pangeran si gajah kecil dari Way Kambas. Sepuluh warriors yang ikut Biodiversity Warriors Journey to Sumatera sepertinya tidak akan lupa dengan gajah kecil yang lucu ini.

Sore hari di Pusat Konservasi Gajah (PKG) tidak ada hal istimewa terlihat. Hanya ada sebuah kolam besar dengan tulisan “Kolam Minum Gajah” tertempel di pohon. Tanah yang kering dan berdebu membuat kami lesu, apa lagi gajah yang kami kejar tidak ditemu.

Namun setelah melangkah lebih dalam mulai terlihat hewan besar berbelalai di tanah yang lapang. Satu ekor, dua ekor, tiga empat lima hingga sekitar 30 gajah terlihat di sebuah lapangan. Perasaan kagum, senang, dan berdebar saling berebut mengisi kepala.

Gajah, berpredikat sebagai mamalia terbesar yang berjalan di atas bumi. Manusia yang hanya memiliki tinggi kurang dari 2 meter terlihat sangat kecil di hadapan mereka. Jelas rasa takut menyelimuti saat mencoba mendekati mereka.

Diantara puluhan gajah-gajah berukuran besar itu terlihat seekor gajah kecil. Matanya sendu, tapi menunjukan bahwa dia tertarik dengan kehadiran para warriors. Mungkin warna hijau daun muda dari slayer (ikat kepala) kami membuatnya tertarik. Gajah kecil itu pun mendekati kami, menjulurkan belalainya seperti mengajak berkenalan, namanya Pangeran.

Pangeran adalah anak gajah jinak yang hidup di PKG. Tingginya kurang dari 1,5 meter, namun badannya bulat berisi. Malu-malu kucing, atau malu-malu gajah? Pangeran seperti mengajak kami bermain. Dia pergi menjauh tapi terkandang mengejar dan mencoba menabrak kami dengan tiba-tiba.

Kegiatan kami mendokumentasikan PKG akhirnya “diganggu” oleh Pangeran. Tingkah lucunya membuat para warriors keasikan bermain dengannya. Sempat beberapa dari kami ditabrak, tenaganya keras namun tidak sampai berbahaya.

Mengejar gajah sumatera di Way Kambas, kami malah ditabrak pangeran kecil. Semoga di lain kesempatan masih bisa bertemu pangeran yang sudah dewasa. Lestarilah gajah sumatera!

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *