Buah Kepel Favorit Puteri Keraton

Artikel
Buah Kepel Favorit Puteri Keraton
Lain-lain
2211
26 Agustus 2014
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Buah kepel adalah buah khas Yogyakarta yang dinobatkan sebagai flora identitas provinsi DIY. Kepel berasal dari kata kepal karena memiliki ukuran sebesar kepalan tangan (diameter ± 6 cm). Bentuknya yang seperti tangan mengepal difilosofikan sebagai simbol kekuatan dan persatuan warga untuk mendukung keraton Yogyakarta.

Sejak zaman dahulu kepel dikonsumsi oleh puteri-puteri keraton karena berkhasiat sebagai deodoran alami. Konsumsi buah kepel membuat badan berbau wangi karena mampu menurunkan kandungan amonia dalam keringat dan urin.

http://ppvt.setjen.pertanian.go.id/

Buah kepel memiliki nama ilmiah Stelechocarpus burahol. Nama lokal buah kepel dikenal sebagai simpul atau cindul oleh orang Jawa, orang Sunda menyebutnya burahol atau turalak, sedangkan di Bali disebut oho.  

Dahulu, buah ini hanya dikonsumsi oleh kalangan keraton, sehingga masyarakat menganggap tabu konsumsi kepel. Keterbatasan tersebut membuat kepel hanya tumbuh di lingkungan keraton dan tidak dibudidayakan masyarakat, sehingga kepel menjadi langka.

Kelangkaan juga disebabkan keengganan masyarakat untuk membudidayakan karena kepel tumbuh lambat dan daging buah yang sedikit (50% dari buah). Karena itu kepel ditanam di TMII, KRB, dan Taman Buah Mekarsari untuk menjaga kelestarian buah kepel, sebagai buah khas Indonesia dengan nilai dan kekayaan sejarahnya.

Referensi:
ppvt.setjen.pertanian.go.id
www.iptek.net.id
bk.menlh.go.id
resep.web.id
rynari.files.wordpress.com

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *