BELAJAR BIOLOGI MELALUI LENSA

Artikel
BELAJAR BIOLOGI MELALUI LENSA
Aktivitas, Lain-lain, Satwa
133
3 Januari 2023
SMA Fitrah Islamic World Academy
Penulis
Taufan
2
posting

Pembelajaran biologi erat kaitannya dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hewan dan tumbuhan, baik di laboratorium, di kelas maupun di luar kelas. Beberapa materi Biologi seperti Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Makhluk Hidup hingga Ekosistem memiliki karakteristik pembelajaran yang melibatkan kegiatan pengamatan atau observasi langsung di lapangan (pekarangan sekolah). Untuk membuat kegiatan semakin menarik, bermodal satu kamera kesayangan yang saya miliki, saya mengajak siswa (di sini disebut santri) untuk merasakan sensasi menjadi fotografer alam liar.

Gambar 1. Lebah madu, Apis dorsata, salah satu serangga polinator yang ditemukan saat pengamatan

Gambar 1. Lebah madu, Apis dorsata, salah satu serangga polinator yang ditemukan saat pengamatan

 

Sekolah kami, SMP-SMA Fitrah Islamic World Academy (Bogor), berlokasi di lembah sungai Cisadane. Hal ini menyebabkan halaman sekolah kami menjadi laboratorium alam yang sangat cukup untuk mengamati keanekaraman makhluk hidup. Sedikitnya tercatat 23 spesies burung dari 17 famili berbeda ditemukan di halaman belakang sekolah kami. Ketersediaan berbagai jenis vegetasi yang didominasi semak dan herba menjadi sumber pakan untuk berbagai jenis serangga terutama serangga polinator seperti kupu-kupu dan lebah. Menurut saya, kondisi ini sangat cocok untuk memberikan “AHA moment” kepada anak-anak saat pembelajaran. Banyak spesies-spesies yang belum pernah mereka temui atau kenali sebelumnya.

Gambar 2. Kegiatan pengamatan lingkungan di halaman dan area sekitar sekolah

Gambar 2. Kegiatan pengamatan lingkungan di halaman dan area sekitar sekolah

 

Seperti halnya kegiatan pengamatan pada umumnya, santri dibagi kedalam beberapa kelompok untuk mengobservasi lingkungan sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Namun, setiap kelompok diberi waktu untuk menggunakan kamera untuk mendokumentasikan hasil pengamatan mereka. Di sekolah lain mungkin hal ini bisa diganti dengan menggunakan smartphone masing-masing, namun karena sekolah kami adalah boarding, santri kami tidak diperkenankan menggunakan HP sehingga penggunaan kamera menjadi opsi satu-satunya.

Semakin lama mengamati santri semakin terdorong untuk mencari objek-objek baru yang belum mereka lihat sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan tentang “ini spesies apa”, “apa nama hewan ini”, “apa jenis makanannya” menjadi hal yang sering dan sangat ingin saya dengarkan saat pengamatan. Excitement mereka saat melakukan pengamatan juga menjadi suntikan semangat untuk mendampingi mereka dibawah teriknya matahari. Dengan metode seperti ini beberapa santri yang memiliki kamera sendiri kemudian meminta izin untuk menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran. Berikut beberapa hasil jepretan [WILDLIFE] photographer kami.

Gambar 3. Beberapa spesies hewan yang berhasil terdokumentasikan dalam kegaitan pengamatan Ki-ka (atas): Heliochypa fenestrate (Capung-Batu Merah Jambu), Brachydiplax chalybea (Capung-Sambar Dada Karat) Ki-ka (tengah): Acraea terpsicore (Tawny Coster), Passer montanus (Burung Gereja Eurasia), Hiundo tahitica (Layang-layang Batu) Ki-ka (bawah): Appias lybithea (Stripped Albatros), Eurema hecabe (Common Grass Yellow), Todiramphus chloris (Cekakak Sungai)

Gambar 3. Beberapa spesies hewan yang berhasil terdokumentasikan dalam kegaitan pengamatan
Ki-ka (atas): Heliochypa fenestrate (Capung-Batu Merah Jambu), Brachydiplax chalybea (Capung-Sambar Dada Karat)
Ki-ka (tengah): Acraea terpsicore (Tawny Coster), Passer montanus (Burung Gereja Eurasia), Hirundo tahitica (Layang-layang Batu)
Ki-ka (bawah): Appias lybithea (Stripped Albatros), Eurema hecabe (Common Grass Yellow), Todiramphus chloris (Cekakak Sungai)

 

3
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *