Babi (Celeng)

Artikel
Babi (Celeng)
Satwa
2687
30 November 2014
Penulis
Mabrur Mabrur
65
posting

Ciri ciri dari babi hutan hutan ini adalah sebgai berikut;Rambut halus, berwarna hitam dan matanya kecil. Tinggi badan + 70 cm, panjang tubuh 100 – 150 cm, panjang ekor 20 – 30 cm dan berat badan 50 – 100 kg. Kepala berbentuk kerucut terpotong dan badannya silender panjang. Kaki depan biasanya lebih pendek dari pada kaki belakang. Mempunyai rambut surai berwarna hitam dari tengkuk sampai punggung. Dalam keadaan ketakutan atau bahaya, rambut-rambut surai ini berdiri tegak. Taring babi hutan hutan jantan berkembang dengan baik dan tumbuh terus sepanjang hidupnya.Babi hutan hutan hidupnya berkelompok, terdiri dari kelompok keluarga yaitu babi hutan hutan jantan, betina dan anak-anaknya, atau kelompok babi hutan hutan muda dan kelompok babi hutan hutan dewasa. Tiap kelompok terdiri dari 4 – 5 ekor. Dalam tiap kelompok biasanya mempunyai sifat kegotongroyongan yang kuat. Contohnya pada saat menyiapkan sarang untuk beranak, disiapkan bersama-sama.Babi hutan hutan biasanya membuat sarang untuk beranak dan memeliharanya. Sarang terbuat dari rumput-rumputan, alang-alang, kayu-kayu tanaman kecil atau rotan. Sarang bersifat tetap dan hanya dibuat saat akan beranak saja.Dalam kelompok keluarga, kadang-kadang babi hutan hutan meninggalkan kelompoknya selama beberapa waktu, tetapi kembali lagi pada saat musim kawin yaitu pada waktu babi hutan hutan betina birahi. Hal ini dimungkinkan karena mereka mampu mengeluarkan suara yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan maksud tertentu.Babi hutan hutan mempunyai kegeramaran berkubang dalam lumpur, untuk menjaga suhu badan atau mengusir binatang pengganggu, seperti caplak. Babi hutan hutan tidak tahan terhadap sengatan sinar matahari, sehingga pada saat terik matahari berlindung di semak-semak dekat air.Babi hutan hutan betina biasanya beranak setahun sekali. Masa bunting berlangsung selama 101 – 130 hari, rata-rata 115 hari, dengan jumlah anak 2 – 12 ekor/kelahiran. Anak-anaknya disusui selama 4 – 5 bulan. Pada masa akhir masa menyusui, babi hutan hutan betina sudah dapat kawin lagi.Perkembangbiakan babi hutan hutan mulai terjadi pada umur 6 – 8 tahun. Di alam, rata-rata mampu bertahan hidup 10 – 12 tahun, tetapi ada yang dapat bertahan sampai 20 tahun.Aktifitas babi hutan hutan dalam mencari makanan biasanya dilakukan pada sore hari dan dini hari, yaitu pukul 16.00 – 19.00 dan 04.00 – 06.00. Pada pukul 09.00 – 11.00 biasanya berkubang dalam lumpur. Jelajah harian babi hutan hutan 5 – 16 km dan biasanya melewati jalur jalan yang tetap. Indra yang dimiliki sangat peka dan sangat tajam mengenali bau manusia dan pandai berenang.Babi hutan asli Indonesia berasal dari babi hutan hutan yang sampai sekarang masih terdapat di hutan dan hidup liar dan babi hutan ini terkenal dengan nama babi hutan celeng (sus verrucosus). Saat ini  bangsa – bangsa babi hutan telah dikelompokkan menjadi beberapa tipe. Tipe yang umum dikenal ada 3 yaitu babi hutan tipe lemak (lard type), tipe daging (meat type atau pork type) dan tipe sedang (bacon type). Bangsa babi hutan yang ada di Indonesia umumnya cenderung kearah tipe lemak. Ciri – ciri babi hutan tipe lemak adalah ukuran tubuh berlebihan cepat atau mudah menjadi gemuk, ukuran babi hutan pendek dan kemampuan dalam membentuk lemak cukup tinggi

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *