Alang-alang, spesies reklamasi di tempat ekstrim

Artikel
Alang-alang, spesies reklamasi di tempat ekstrim
Lain-lain
2278
25 Januari 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Alang-alang (Imperata cylindrica) sering dianggap sebagai gulma di pekarangan atau kebun. Tumbuhan rimpang ini memang mampu tumbuh dengan agresif, diperkirakan spesies ini menutupi sekitar 5000 juta hektar daratan, termasuk 2000 juta hektar kawasan Asia Tenggara.

Meski dianggap sebagai gulma alang-alang adalah tumbuhan perintis yang mampu tumbuh di tempat dengan kondisi yang ekstrim. Tumbuhan ini mampu hidup pada kondisi sangat asam (pH 4.0-7.5), kondisi kering dan panas, bahkan alang-alang dapat tumbuh di sekitar kawah. Tetapi alang-alang tidak dapat tumbuh bila mendapat naungan penuh atau gelap.

Alang-alang hidup pada tempat yang memiliki curah hujan 500-5000 mm. Spesies ini tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi, di Indonesia tercatat spesies ini tumbuh pada ketinggian 2700 m dpl atau lebih tinggi 308 m dari ketinggian gunung bromo.

Selain sebagai tumbuhan perintis atau reklamasi, alang-alang sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Alang-alang biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi atau kambing. Daunnya yang kering bisa digunakan bahan atap tradisional atau campuran pupuk kompos. Akar alang-alang juga dipercaya dapat mengobati panas dalam.

Referensi

[prohati]

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *