AIR DAN KEHIDUPAN

Artikel
AIR DAN KEHIDUPAN
Kelautan
1450
10 September 2014
Penulis
Mohammad Mualliful Ilmi
2
posting

Penghuni Asrama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Pagi ini dibuat kalang kabut setelah persediaan tandon air di Asrama habis, sebenarnya hal ini tidak terjadi kali ini saja, menurut penuturan salah satu petugas asrama mengatakan bahwa kejadian seperti ini terulang setiap tahun dan biasaya terjadi pada musim haji, mengapa hal ini bisa terjadi?, setelah dikonfirmasi pada pihak UPT Keasramaan, pihak yang bersangkutan mengatakan bahwa problem ini terjadi karena persediaan air dalam tanah mengalami kekeringan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh penghuni asrama.

Mungkin yang terjadi sekarang hanya level kecil, yakni hanya dalam wilayah asrama, bagaimana jika terjadi pada wilayah yang lebih luas, sekota misalnya, se propinsi misalnya atau di seluruh dunia persediaan air bersih habis, maka kemana kita akan mencari air?

Ekploitasi air yang berlebihan dikarenakan terjadinya peningkatan populasi maupun penggunaan yang semakin konsumtif / boros. Sejak tahun 1950, dan manusia baru sadar untuk menghemat air pada tahun 1972, Tinggi muka air tanah di semua benua saat ini telah mencapai titik terendah dalam sejarah. 

Pengerasan tanah, bangunan – bangunan beton, penggundulan hutan dan penggantian hutan alam menjadi hutan industri telah mengurangi pasokan air kedalam tanah ( menjadi air tanah) ini dikarenakan kemampuan menangkap air hutan industri yang homogen jauh lebih kecil daripada hutan alam (heterogen), selain itu dengan berkurangnya hutan siklus air yang seharusnya terus berputar menjadi terhambat.

penurunan jumlah air bersih juga dikarenakan terjadinya penurunan kualitas air diantaranya diakibatkan oleh limbah manusia dan industri, limpasan air kota, pupuk kimia air buangan, logam berat dan pestisida meracuni laut kita dan mengkontaminasi sungai dan air tanah. Penyebaran ini sering mencapai jauh dari daerah asalnya karena bahan pencemar terbawa sungai, arus laut dan uap air di udara. Pembakaran bahan bakar fosil yang digunakan untuk menghasilkan energi telah menyebabkan hujan asam mengkontaminasi saluran – saluran air kita.

maka menjadi pekerjaan kita bersama untuk menemukan solusi dari problem ini, sebenarnya segalanya dimulai dari diri kita untuk berkontribusi lewat hal yang terkecil, memulai dengan menghemat air di rumah, menghemat listrik, tidak menebang pohon atau membuang limbah sembarangan, intinya kita memulai dari diri kita, memulai langkah yang pro terhadap ekosistem, karena masalah ini bukan hanya soal kita, tapi soal bumi kita, yang menjadi penopang kehidupan seluruh makhluk yang hidup di permuakaannya, SALAM ECOLIFESTYLE

Sumber : 

http;//www.nationalgeographic.com

http://www.globalchange.umich.edu/

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *