Keanekaragaman hayati

Krisis Ekologi dan ”Bla Bla Bla” Elite

Ilustrasi Kompas/Cahyo Heryunanto Elite pemerintahan sering menyampaikan janji-janji kosong, meminjam istilah Greta Thunberg, sebagai ”bla bla bla” saat mereka berbicara tentang iklim dan ekologi.  =========================================================================================== ”We didn’t even realize we were destroying everything.” Anda yang menonton film The Day After Tomorrow (2004) mungkin masih ingat kalimat pendek Wakil Presiden Raymond Becker (diperankan Kenneth Welsh) setelah luluh lantaknya Krisis Ekologi dan ”Bla Bla Bla” Elite

Fatur Meronda Belantara dari Udara

Segerombolan orang di tengah belantara tiba-tiba mendongak ke atas. Beberapa di antaranya memegang chainsaw yang masih tertancap di batang pohon. Sekelebat kemudian mereka berlarian meninggalkan sisa bukaan hutan yang belum dibersihkan menuju kawasan yang masih lebat, menghilang. Muhammad Fatur Rahman terpaku dengan kejadian yang terekam di layar remote control drone yang diterbangkannya tepat di atas orang-orang itu. Deru baling-baling Fatur Meronda Belantara dari Udara

Suspa Memilih Menjaga Benih

Suspa Yusmita pada mulanya adalah ironi. Dia adalah orang Jambi asli, meski lahir di Palembang. Kampung halamannya di Kabupaten Kerinci. Namun, hingga dewasa, dia tak kenal Taman Nasional Kerinci Seblat. Padahal jaraknya dua jam saja berkendara dari rumah. “Waktu di sekolah, aku cuma tahu Gunung Kerinci, tapi tidak tahu kalau dia bagian dari taman nasional. Guru juga Suspa Memilih Menjaga Benih

Hypolimnas bolina | Great Eggfly (Linnaeus, 1758)

Kupu-kupu jantan memiliki sayap hitam dengan bercak putih besar yang dihiasi dengan kilauan biru metalik yang mencolok di tengah sayap depan dan belakang. Betina memiliki penampilan yang lebih beragam, dengan pola sayap yang bisa menyerupai kupu-kupu beracun sebagai bentuk mimikri untuk melindungi diri dari predator.

Papilio demoleus | Kupu-kupu Jeruk (Linnaeus, 1758)

Kupu-kupu ini memiliki sayap berwarna hitam dengan bercak kuning yang membentuk pola yang menarik. Sayap belakang memiliki ekor kecil dan bercak merah yang mencolok. Papilio demoleus ditemukan di berbagai habitat mulai dari taman, kebun, ladang, hingga hutan terbuka. Mereka sangat adaptif dan sering ditemukan di dekat tanaman jeruk yang merupakan tanaman inang utama larvanya.

Junonia orithya | Blue Pansy (Linnaues, 1758)

Kupu-kupu ini memiliki sayap depan berwarna hitam dengan bercak putih dan bercak biru di bagian tengah. Sayap belakangnya berwarna biru dengan bercak ocelar berwarna jingga. Kupu-kupu jantan dan betina memiliki perbedaan warna, dengan jantan lebih mencolok dengan warna biru yang lebih terang.