#herpetofauna

Eutropis multifasciata | Kadal kebun

Kadal Eutropis multifasciata atau kadal kebun, seperti namanya kadal ini biasa ditemukan di kawasan perkebunan, pinggir sungai, dan juga dapat ditemui di lantai hutan. Kadal kebun memiliki warna jingga, kuning, dan hitam yang bercampur pada tubuh bagian samping dan memiliki moncong yang pendek

Gonocephalus kuhlii | Bunglon Hutan

Bunglon hutan merupakan spesies kadal yang ditemukan di wilayah asia tenggara, khususnya di wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Bali. Bunglon hutan merupakan reptil arboreal yang dapat ditemukan di wilayah hutan tropis dengan ketinggian rendah hingga sedang. bunglon hutan memiliki ciri berupa tubuh yang pipih, warna tubuh beragam mulai dari coklat, hijau hingga abu-abu dengan pola Gonocephalus kuhlii | Bunglon Hutan

Calliophis intestinalis | Ular Cabe Kecil

Sebutan “ular cabai” mengacu pada bagian bawah ekornya yang berwarna cerah kemerahan menyerupai cabai. Ular cabai memiliki panjang tubuh rata-rata 35cm dan dapat mencapai panjang maksimum sekitar 55 cm (artikel pak donan). Ular jenis ini tersebar di wilayah Sumatera, Pulau Nias, Bangka, Belitung, Mentawai, Kepulauan Riau, dan Jawa. Ular ini dapat ditemukan pada habitat berupa Calliophis intestinalis | Ular Cabe Kecil

Rhacophorus reinwardtii | Katak pohon reinwardt

Katak pohon reinwardt memiliki ukuran SVL 8,3 cm. Tubuh bagian dorsal berwarna hijau, dengan sisi tubuh, kaki depan dan belakang berwarna kuning atau jingga. Jari kaki depan dan belakang memiliki selaput yang merentang penuh, selaputnya berwarna biru atau hitam. Katak muda berwarna hijau keabu-abuan, dengan banyak bintik gelap dan kecil

Craspedocephalus puniceus | Ular Bandotan Pohon

memiliki ciri kepala berbentuk segitiga dan berwarna coklat, abu-abu, merah bata merah tua hingga hitam. Badan gemuk pendek pada betina dan ramping pada jantan. Memiliki sisik berlunas berwarna cokelat, abu-abu, merah bata, merah tua hingga hitam dengan corak cerah pada betina sedangkan jantan memiliki warna yang sangat kontras. Ujung ekor berwarna merah bata hingga hitam.  Craspedocephalus puniceus | Ular Bandotan Pohon

Pseudocalotes tympanistryga | Kadal Londok Moncong

Pseudocalotes tympanistriga atau biasa disebut dengan Londok Moncong adalah kelompok reptil yang berasal dari famili Agamidae (Bunglon). Spesies ini umunya tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Memiliki bentuk tubuh seperti bunglon surai namun memiliki moncong yang lebih panjang. morfologi tubuh berwarna hijau cerah dengan corak berwarna hitam yang tersebar diseluruh tubuhnya

Eutropis multifasciata | Si Lincah Penunggu Kebun

Eutropis multifasciata (Kuhl, 1820) adalah salah satu kadal dari keluarga scincidae yang tersebar luas di daratan Asia, terutama Indonesia. Morfologi dari kadal ini sangat bervariasi sehingga perlu kehati-hatian dalam mengamatinya. Kadal ini aktif di siang hari (diurnal) dengan akselerasi yang sangat baik sehingga sangat sulit diamati maupun ditangkap dengan tangan kosong. Menurut penelitian oleh Rahma Eutropis multifasciata | Si Lincah Penunggu Kebun

Pelangi Darat | Xenopeltis unicolor

Xenopeltis unicolor (Boie, 1827), merupakan ular akuatik dengan ciri khas sisik yang dapat memantulkan cahaya sehingga memiliki kesan berwarna pelangi. Ular ini memiliki bisa rendah dan relatif aman untuk manusia. Meski demikian, beberapa kasus dari ular ini ditemukan cukup mengerikan seperti memangsa Ular Sanca (Pyton reticulated) dan Welang (Bungarus candidus). Ular ini aktif di air Pelangi Darat | Xenopeltis unicolor

Ahaetulla prasina | Ular Pucuk Daun

Ahaetulla prasina (Boie, 1827) menjadi salah satu reptil yang umum ditemukan di hutan sekunder hingga perkebunan warga. Ciri utamanya memiliki bentuk kepala lonjong dan mata yang sipit, ular ini biasanya berwarna kuning kehijauan di bagian kepala, sisi perut diberkahi garis kuning di sepanjang sisi tubuh, Panjang ular ini bisa mencapai 185 cm. Ular jenis ini Ahaetulla prasina | Ular Pucuk Daun

Ingerophrynus biporcatus | Kodok buduk hutan

Ingerophrynus biporcatus (Gravenhorst, 1829) merupakan amfibi dari keluarga Bufonidae yang berukuran sekitar 37 – 68 mm. Jenis ini memiliki ciri-ciri berukuran sedang dan kekar serta kelenjar parotoid berukuran kecil. Kodok ini biasa hidup di hutan primer dan hutan sekunder hingga area perkebunan.