burung

Sepah gunung ( )

Ukuran tubuh 19 cm, warna yang mendominasi tubuh, sayap dan tunggirnya yaitu warna merah, paruh berukuran kecil namun runcing dibagian ujungnya, warna paruh abu-abu gelap hampir hitam, iris mata berwarna coklat, ekor panjang dan kaki hitam

Cucak Kutilang ( )

ukuran tubuh 20 cm, memiliki ciri yang khas yaitu jambul yang warna hitam, warna bola mata merah, tubuh dominan berwara putih, sayap da ekor berwarna coklat, serta pada bagian tungging berwarna kuning  

Takur ungkut-ungkut ( )

ukuran tubuhnya mencapai 15-17 cm, memiliki mahkota berwarna merah, tubuh bercorak, sayap berwarna hijau gelap, warna bola mata merah, paruh abu gelap dan memiliki ciri khas yaitu membuat lubang pada pohon untuk bersarang

Perkutut jawa I Geopelia striata (Linnaeus, 1766)

Perkutut memakan rerumputan, benih gulma dan serangga. Sehingga, dimungkinkan di alam mempunyai manfaat sebagai pengontrol alami gulma dan serangga. Masyarakat Yogyakarta terutama kaum priyayi (bangsawan) saat ini hampir semua menyukainya karena suaranya yang bagus dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.Sementara, di alam burung perkutut ini hidupnya seringkali berpasangan atau kelompok kecil. Makannya di permukaan tanah. Kadang pula Perkutut jawa I Geopelia striata (Linnaeus, 1766)

Kekep babi – Artamus leucorynchus

Kekep babi atau Artamus leucorynchus memiliki ciri-ciri bulu pada bagian dada berwarna putih dan bagian lainnya seperti kepala dan paruh berwarna abu-abu. Burung ini memiliki panjang tubuh 18 cm.

Caprimulgus affinis (Horsfield, 1821)

Burung malam yang terkamuflase dengan baik, biasanya terlihat beristirahat di atap bangunan, pinggiran sungai berbatu, kawasan terbuka di padang rumput, dan pinggir jalan.  Disebut cabak kota karena merupakan jenis cabak yang paling sering didapati di perkotaan.