biodiversity

Prok-bruk kalimantan (Rhinolophus borneensis)

Keterangan (Kiri – kanan = 1 – 2): 1. Prok-bruk kalimantan tampak samping; 2. Prok-bruk kalimantan tampak depan *Catatan: Sangat penting untuk memperhatikan bentuk permukaan sella dan panjang lanset dari sisi depan serta samping. Prok-bruk kalimantan memiliki ukuran dan bentuk lanset yang mirip dengan prok-bruk kecil (R. pusillus), namun dapat dibedakan dengan melihat lansetnya dari Prok-bruk kalimantan (Rhinolophus borneensis)

Prok-bruk loncos (Rhinolophus acuminatus)

Keterangan (Kiri – Kanan = 1 – 3): 1. Prok-bruk loncos in-situ; 2. Prok-bruk loncos tampak depan; 3. Prok-bruk loncos tampak samping. *Catatan: Sangat penting untuk memperhatikan bentuk permukaan sella dan panjang lanset dari sisi depan serta samping.

BBNJ, the writings on the wall and we need to act fast

The threat to the long-term survival of our marine biodiversity is increasing, affecting both the waters within our national jurisdictional and the high seas. The Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ) agreement provides a vital opportunity for a unified rescue effort for sustainable biodiversity in these two areas. What should we do with the time limits BBNJ, the writings on the wall and we need to act fast

Ngengat tawon I Amata huebneri (Boisduval, 1828)

Amata huebneri adalah spesies ngengat dari keluarga Erebidae. Ngengat dewasa dari spesies ini berwarna hitam dengan pita kuning atau oranye di perut, dan transparan di sayap depan. Spesies ini berkamuflase seperti kebanyakan spesies tawon penyengat.

Perkutut jawa I Geopelia striata (Linnaeus, 1766)

Perkutut memakan rerumputan, benih gulma dan serangga. Sehingga, dimungkinkan di alam mempunyai manfaat sebagai pengontrol alami gulma dan serangga. Masyarakat Yogyakarta terutama kaum priyayi (bangsawan) saat ini hampir semua menyukainya karena suaranya yang bagus dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.Sementara, di alam burung perkutut ini hidupnya seringkali berpasangan atau kelompok kecil. Makannya di permukaan tanah. Kadang pula Perkutut jawa I Geopelia striata (Linnaeus, 1766)

Mitos Burung Cabak di Jawa dan Sumba

Hi Warriors ! Siapa yang tertarik dengan kajian etnozoologi pedesaan ataupun perkotaan di Pulau Jawa dan Pulau Sumba? Pernahkah sobat mendengar suara burung saat menjelang petang ataupun tengah malam “cwirpp cwirpp cwirpp”, sambil berputar-putar diatas atap rumah kalian. Ternyata burung tersebut adalah cabak kota si pemakan serangga nokturnal dari famili Caprimulgidae. Savanna Nightjar nama bahasa Mitos Burung Cabak di Jawa dan Sumba

Caprimulgus affinis (Horsfield, 1821)

Burung malam yang terkamuflase dengan baik, biasanya terlihat beristirahat di atap bangunan, pinggiran sungai berbatu, kawasan terbuka di padang rumput, dan pinggir jalan.  Disebut cabak kota karena merupakan jenis cabak yang paling sering didapati di perkotaan.