Kategori: Kehutanan

Cabai polos – Dicaeum minullum

Cabai polos memiliki ciri-ciri bulu bagian atas berwarna coklat kehijauan dengan bagian bulu dada putih tanpa corak. Hal ini menajadikan burung jenis ini berbeda dengan burung cabai lainnya. Cabai polos biasa memakan serangga-serangga kecil dan biji-bijian. Dapat ditemukan disekitar hutan, perbukitan hingga lahan pertanian.

Raja udang biru – Alcedo coerulescens

Raja udang biru dapat ditemukan di sekitar tambak, kolam atau hutan mangrove, biasanya burung ini memakan udang kecil atau ikan kecil. Biasanya bertengger di satu dahan pohon sebelum memangsa makanannya.

RBCC (Research Biodiversity & Conservation Center)

Dalam upaya mengembangkan kreativitas dan kapasitas mahasiswa biologi dalam kegiatan penelitian yang bergerak dalam bidang konservasi keanekaragaman hayati, kelompok biodiversitas Pendidikan Biologi UHAMKA melakukan kegiatan yang bertemakan Research Biodiversity & Conservation Center. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari mahasiswa biologi di sekitar Jakarta selama 2 hari satu malam yang berlokasi di Hutan RBCC (Research Biodiversity & Conservation Center)

KODOK BANGKONG TULI?? INI DIA LIMNONECTES KUHLII

Halooo Amfibiansss!! Kali ini ada amfibi unik dari keluarga Dicroglossidae nihh, atau yang biasanya dikenal dengan ciri memiliki sepasang gigi. Biasa disebut dengan nama lokal Bangkong Tuli. Kenapa yaa disebut tuli??? Ternyata kata tuli ini diambil karena jenis ini tidak menampakkan timpanum yang jelas pada bagian lateral kepalanya. Sedangkan disebut bangkong karena tubuh mereka relatif KODOK BANGKONG TULI?? INI DIA LIMNONECTES KUHLII

KATAK POHON JAWA (RHACOPHORUS MARGARITIFER)

Halo Amfibi lovers!!! Pada kesempatan kali ini mau coba memperkenalkan katak pohon endemik asal pulau Jawa. Katak ini termasuk anggota dari famili Rhacophoridae yang punya ciri-ciri berupa piringan membulat pada ujung jarinya. Piringan yang terdapat pada jari digunakan mereka untuk menempel pada permukaan daun. Pola Hidup Katak ini unik dan terlihat lucu. Mereka bergerak sangat KATAK POHON JAWA (RHACOPHORUS MARGARITIFER)

Praktik Pertanian Berkelanjutan dan Pengolahan Jahe Instan di Desa Girimulyo Wonogiri

Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat, mahasiswa program studi Pengelolaan Hutan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam tim Swapatra Girimulyo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Desa Girimulyo yang terletak kurang lebih di ketinggian 800 mdpl memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya Praktik Pertanian Berkelanjutan dan Pengolahan Jahe Instan di Desa Girimulyo Wonogiri

Masyarakat Sejahtera Satwa Terjaga

Pada kegiatan monitoring dan evaluasi program pelestarian orangutan tapanuli di lanskap Batangtoru, selain melakukan monitoring keberadaan orangutan tapanuli, perwakilan Yayasan KEHATI bersama staf OIC juga melakukan kunjungan ke Dusun Parlabian Desa Dolok Saut Kecamatan Simangumbalan Tapanuli Utara. Desa ini merupakan lokasi dari program community development yang dilakukan oleh Orangutan Information Center (OIC). Program ini bertujuan Masyarakat Sejahtera Satwa Terjaga

Menelisik Sisi Lain Dari Tanaman Hibrida dan Transgenik Dalam The Sustainable Development Goals

Kajian nyentrik akan aktivitas pertanian sering digalakkan oleh kalangan mahasiswa pertanian dekat ini, terlebih lagi persoalan tentang ketahanan pangan dan kemandirian petani akan mendapatkan input pertanian secara terjangkau khususnya benih. Benih merupakan hal yang sangat krusial di dunia pertanian selain input pertanian lainnya, hal ini dikarenakan benih merupakan salah satu cikal bakal penentu kesuksesan dalam Menelisik Sisi Lain Dari Tanaman Hibrida dan Transgenik Dalam The Sustainable Development Goals

Tengkawang Kalimantan

  Tanaman Tengkawang makin langka. Deforestasi yang makin luas, tanah Kalimantan hampir sulit didapat tanaman endemik ini. Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Tanaman ini masih bisa kita temukan. Tengkawang mempunyai nilai ekonomi dan manfaat hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Ragadia makuta

Kupu-kupu ini memiliki ciri-ciri berupa pola sayap hitam putih seperti zebra. Dengan ocelli berwarna coklat putih berjejer lurus di sayapnya.