Si Burung Penjagal

Kehutanan, Satwa
Si Burung Penjagal
1 September 2023
1116

Burung tempayan (Lanius ludovicianus) merupakan salah satu spesies burung yang sangat cerdas serta sabar. Di tengah hutan yang penuh dengan misteri burung berukuran kecil ini memiliki metode yang sangat cerdik dalam mencari makan mereka benar-benar memiliki strategi yang luar biasa terutama ketika menghadapi mangsa yang beracun seperti katak beracun. Tempayan sangat memahami bahwa racun dalam tubuh mangsanya dapat mengancam nyawa mereka karena itu mereka mencari solusi yang sangat cerdas. Tempayan menancapkan mangsa yang beracun pada dahan lancip lalu menunggunya sampai racun tersebut hilang ketika racun telah hilang barulah mereka menyantapnya dengan aman. Pendekatan burung tempayan menjadi contoh nyata Bagaimana kesabaran dan kecerdikan dapat bersatu dalam bertahan hidup di alam liar.

Burung tempayan biasanya menunggu beberapa jam hingga beberapa hari sebelum mereka memakan mangsa beracun yang telah mereka tancapkan pada dahan Lancip atau kawat berduri. Waktu yang diperlukan untuk menghilangkan racun dapat bervariasi bergantung pada jenis racun serta ukuran mangsa. Tempayan memiliki kemampuan untuk merasakan atau mengenali Kapan racun dalam tubuh mangsanya sudah cukup rendah sehingga aman untuk mereka makan mereka memiliki insting yang dapat membantunya merasakan atau mengenali sesuatu. Mereka juga memiliki kemampuan alami untuk merasakan perubahan pada aroma atau rasa mangsa yang menandakan bahwa racun sudah berkurang atau telah habis terdapat beberapa tanda fisik yang mereka kenali seperti perubahan warna atau perilaku mangsa yang menunjukkan bahwa racunnya telah hilang. Untuk mangsa yang tidak beracun burung tempayan memiliki dua opsi yang mereka lakukan. Pilihan yang pertama adalah langsung memakan mangsa yang tidak beracun saat itu juga tanpa perlu tindakan lebih lanjut. Ini terutama berlaku untuk mangsa yang lebih kecil atau mudah untuk dicerna. Kemudian pilihan yang kedua adalah menancapkan mangsa pada sesuatu yang Lancip seperti kawat berduri Atau lainnya sebelum memakannya. Ini adalah cara efisien bagi mereka untuk memproses atau memotong bagian mangsa yang lebih keras atau lebih sulit dicerna sebelum dikonsumsi. Itulah mengapa burung tempayan dikenal sebagai burung jagal mereka mengangkut mangsa kecil di paruhnya dan mengangkut mangsa yang besar menggunakan kaki kemudian menempelkan mangsanya pada sesuatu yang relatif tajam sebelum mulai memakannya.

Tempayan memiliki sepasang tonjolan tajam di bagian bawah paruh mereka ketika mereka menyerang tengkuk atau bagian tubuh lainnya dari mangsa tonjolan tajam ini dapat menimbulkan luka pada sumsum tulang belakang menggantikan pergerakan mangsa dan memudahkan mereka untuk dimakan.

Tempayan adalah burung karnivora. Mereka berburu dan memakan serangga, reptil, kelelawar, burung, katak bahkan ular mereka memiliki panjang 7,9 hingga 9,1 inci dengan berat 1,2 hingga 1,8 ons burung tempayan memiliki kepala abu-abu dengan topeng mata hitam seperti Zoro tenggorokan putih perut dan sayap hitam yang ditutupi tanda putih.

Mereka berhabitat di tanah terbuka dengan vegetasi pendek atau pohon rendah terutama pohon yang berduri umumnya burung tempayan jantan akan sering terlihat berburu mangsa yang sebenarnya tidak perlu mereka lakukan. Kendati demikian, hal ini mereka lakukan semata-mata untuk mencari perhatian dari betina sebelum kawin. Pejantan akan melakukan ritual tarian yang terkadang bersamaan dengan pertunjukan terbang atau kicauan. Tempat makan burung pejantan dengan persediaan makanan yang baik juga dapat menarik perhatian dari sang betina. Setelah betina tertarik pada jantan maka perkawinan dilakukan tidak lama kemudian. Selanjutnya mereka akan bekerja sama untuk membuat sarang bagi anak-anaknya mereka menggunakan bahan-bahan seperti ranting kulit kayu akar dan melapisi sarang dengan lumut daun kain dan bunga. Sarang berbentuk cawan ini umumnya ditempatkan di semak Berduri sehingga memberikan mereka perlindungan ekstra dari ancaman setelah itu betina meletakkan telur sebanyak 5 hingga 6 butir.  Proses inkubasi berlangsung selama 15 hingga 17 hari dan pejantan serta betina bersama-sama menyediakan makanan dan merawat anak anak mereka induk burung tempayan seringkali tetap mendampingi anak-anaknya sampai sekitar usia 3 bulan.

Burung tempayan remaja akan mengembangkan keterampilan dasar berburu pada awal kehidupan mereka sering mematuk benda mati terbang dengan daun di paruh mereka dan berlatih bermanuver di udara seolah-olah mengejar mangsa. Semua tahapan ini merupakan bagian dari perkembangan mereka menuju kemandirian dan burung tempayan remaja akan mencapai usia dewasa serta pertama kali berkembang biak ketika mereka berusia sekitar satu tahun.

Diperkirakan umur rata-rata burung tempayan di alam liar adalah antara 7 hingga 8 tahun. namun pejantan yang terlama dan tercatat adalah pejantan dari California yang hidup selama hampir 11 tahun ditambah 9 bulan.

Sumber: Youtube "Wild Daily"

Tentang Penulis
Irwan Maulana
KP3 Burung Forestation | UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2023-09-01
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *