Potensi Wisata Mangrove Pesisir Gosong Telaga dan Fungsinya sebagai Kawasan Resting Site Burung Migran

Article
Potensi Wisata Mangrove Pesisir Gosong Telaga dan Fungsinya sebagai Kawasan Resting Site Burung Migran
Animal, Ecotourism
357
25 November 2021
Universitas Syiah Kuala
Author
Lia Nur Afrija
2
posting

Pesisir Gosong Telaga merupakan salah satu daerah yang paling banyak ditemukannya hutan mangrove, memiliki jenis mangrove yang beragam, mulai dari Avicenna sp. Rhizopora sp. Bruguiera sp. Nypa sp. dan beberapa jenis lainnya. Jenis mangrove tersebut hidup bersama membentuk zonasi. Pada beberapa wilayah pesisir di Aceh sangat jarang ditemukannya zonasi. Zonasi yang terdapat dikawasan hutang mangrove pesisir Gosong Telaga dimulai dari laut hingga daerah darat memiliki jenis mangrove yang berbeda dan terbentuk secara alami (Rizka, 2015). Keberagaman jenis mangrove yang ada di pesisir Gosong telaga sangat mendukung keberadaan biota-biota untuk hidup di kawasan mangrove. Saat ini ekosistem mangrove yang berada di pesisir Gosong Telaga di manfaatkan sebagai lokasi wisata mangrove. Selain sebagai lokasi wisata, Mangrove di Pesisir Gosong Telaga berpotensi sebagai habitat bagi berbagai jenis burung, karena memiliki jenis vegetasi mangrove yang beragam dan unik.
Ekosistem mangrove Gosong Telaga terus berkembang dari waktu ke waktu, salah satu bukti yang nyata dari perkembangannya, yaitu adanya ekowisata mangrove yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Wisata mangrove merupakan wisata berbasis edukatif, hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam jasa lingkungan yang berasal dari mangrove yang digunakan untuk Pendidikan, selain itu terdapat berbagai macam jasa lingkungan seperti, penopang ekonomi dan habitat bagi satwa liar seperti burung lokal dan burung migran. Burung lokal menggunakan jasa mangrove sebagai tempat breading site, sedangkan burung migran menggunakan jasa mangrove sebagai area resting site. Potensi Kawasan mangrove sebagai Kawasan habitat dan Kawasan singgah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan wisata mangrove dengan tambahan jenis wisata terbaru yaitu wisata pengamatan burung.
Migrasi burung merujuk pada perjalanan musiman yang dilakukan oleh banyak spesies burung. Banyak burung yang melakukan perjalanan panjang dengan terbang. Pesisir mangrove gosong telaga menjadi salah satu area resting site yang digunakan oleh beberapa burung migran. Dalam pengamatan kali ini, kami menemukan 31 spesies burung, 4 diantaranya merupakan burung migran. Jenis burung migran yang di temukan adalah 1. Gajahan Pengala (Numenius phaeopus), 2. Trinil Kaki Merah (Tringa totanus), 3. Trinil Pantai (Actitis hypoleucos), 4. Cerek Pasir Mongolia (Charadrius mongolus).
Program ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari BW Sponsorship Program yang didukung penuh oleh Yayasan KEHATI. Atas dasar itu kami Avicennia Team mengucapkan terimakasih banyak atas bantuannya sehingga program ini dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *