Potensi budidaya jamur liar edible

Potensi budidaya jamur liar edible
31 Januari 2015
2453

"Dah jamur!"

Kalimat di atas adalah slogan dari merk sebuah obat anti jamur parasit kulit. Tapi jangan sekali-kali katakan "dah" atau pun "selamat tinggal" pada jamur enak seperti jamur champignon, jamur shiitake, jamur merang, jamur kuping, dan jamur tiram.

Jamur telah digunakan sebagai bahan makanan yang lezat, selain karena rasanya jamur juga memiliki nilai gizi yang baik. Jamur yang bisa dimakan sebagian telah dibudidayakan dan diperdagangkan. Produksi jamur tiram pernah mencapai 12 ribu ton pada tahun 1975.

Meski sudah banyak yang dibudidayakan, namun masih sangat banyak jamur konsumsi yang tumbuh di alam belum dibudidayakan. Sektar 2000 jenis jamur konsumsi atau edible masih tumbuh liar di alam.

Indonesia memiliki sumber kekayaan hayati yang sangat besar begitu juga dengan keragaman jamur. Kadang beberapa jenis jamur sudah dikenal oleh masyarakat lokal sebagai jamur edible, namun jamur tersebut belum dibudidayakan. Padahal bila dibudidayakan jamur tersebut bisa lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Referensi:

[Subowo 1993]

Tentang Penulis
Admin BW
Biodiversity Warriors

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Terkait
Tidak ada artikel yang ditemukan
2020-07-30
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *