Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Ocean Young Guards Menginisiasi Ambulu Mangrove Warriors

Article
Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Ocean Young Guards Menginisiasi Ambulu Mangrove Warriors
Climate Change, Ecotourism, Flora
135
1 June 2022
Perikanan
Author
fajar.amali
1
posting

CIREBON – Ocean Young Guards merupakan komunitas konservasi di wilayah pesisir yang berfokus pada penyelamatan ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Diinisiasi oleh Aidin Fitrah Bachtiar yang merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran beserta rekan-rekannya. Proyek pertama yang diadakan adalah kegiatan pengabdian di SDN 3 Mundu, Cirebon dengan melakukan sosialisasi yang mengarah pada karakter anak-anak untuk memiliki jiwa konservasionis salah satunya dengan persemaian mangrove.

Selanjutnya, pada 22 Mei 2022 yang merupakan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional dimanfaatkan dengan baik oleh Ocean Young Guards, pasalnya Ocean Young Guards gelar proyek ketiganya yang bernama ARMOR “Ambulu Mangrove Warrior” di ekowisata mangrove Caplok Barong, Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Desa Ambulu merupakan desa dengan luas 1.200 hektar, dimana 800 hektar adalah area penghidupan warga, 400 hektar merupakan pemukiman, dan luasan hutan mangrove sendiri tak lebih dari 20 hektar. Pada daerah tersebut didirikan ekowisata mangrove “Caplok Barong” sebagai keunggulan destinasi wisata yang kini menjadi Ikon desa tersebut. Ekowisata Caplok Barong dengan hutan mangrove nya yang lebat dan asri yang dapat dilakukan aktivitas susur sungai menggunakan kapal yang dikelilingi oleh vegetasi mangrove sehingga potensial besar untuk dijadikan wisata unggulan Kab. Cirebon.

Adanya kekhawatiran bahwa wilayah pesisir ambulu digadang gadang menjadi sektor area Industrialisasi merupakan ancaman adanya deforestasi hutan mangrove, terlebih masyarakat disana diintimidasi untuk dapat menjual tanah mereka selama 8 tahun lamanya, tetapi adanya ketakutan kehilangan wilayah kelola sebagai ruang hidup ini yang lalu mendorong warga untuk saling menguatkan. Tidak berhenti sampai disitu permasalahan tersebut perlu diperhatikan kembali dari pandangan generasi penerus yang harus memiliki jiwa konservasionis untuk turut menjaga hutan mangrove yang asri.

Oleh karena itu kegiatan pembentukan karakter konservasionis perlu ditanamkan sejak dini oleh generasi muda Ambulu. Ditambah lagi dengan adanya pengaruh globalisasi banyak anak di sana yang lebih banyak menghabiskan waktunya depan telepon pintar dibandingkan turut peduli pada lingkungan terutama ekowisata mangrove. padahal akar budaya dalam upaya perlindungan ekosistem mangrove sebagai simbol perjuangan warga yang tidak menyerah dengan rayuan para makelar tanah untuk melepas lahan dan dalam upaya konservasi hutan mangrove perlu dilestarikan dari masa ke masa. Bahkan pada mulanya sebelum kegiatan dilakukan hampir seluruh peserta tidak tahu nama tumbuhan dan fungsi dari hutan mangrove dan menyebutkan bahwa mangrove adalah “tanduran” atau dalam bahasa Indonesia adalah tumbuhan yang sama seperti tumbuhan terestrial biasanya.

Ambulu Mangrove Warrior dilaksanakan oleh anggota Ocean Young Guards mendapatkan dukungan program sponsorship  dari Biodiversity Warriors. Kegiatan tersebut mengutamakan pendekatan emosional sebelum dilakukan edukasi lewat bercerita, ceramah, dan sosiodrama, setiap aktivitas mulai dari pendekatan masing masing kelompok peserta, pengenalan eco friendly product, jelajah pesisir, pembersihan pesisir atau dengan nama jaga laut dari sampah (Jalapah), berjalan dengan lancar dan ditutup dengan penanaman 250 mangrove di sekitar ekowisata, dan dengan target kepada 25 para siswa kelas VI Sekolah dasar Ocean Young Guards mendapatkan hasil sebagai berikut :

  • Anak-anak di wilayah pesisir Ambulu telah mengetahui fungsi dari ekosistem mangrove yang nantinya akan senantiasa dijaga.
  • Anak-anak di wilayah pesisir Ambulu telah mengetahui cara mengurangi karbon dan senantiasa tidak menggunakan sampah plastik dalam setiap hal dan kegiatannya.
  • Adanya penanaman karakter untuk mengganti wadah plastik dengan totebag, sikat gigi plastik dengan sikat gigi kayu, sedotan plastik dengan sedotan stainless steel dan botol plastik dengan botol tumblr.
  • Adanya penanaman di wilayah mangrove Caplok Barong yang senantiasa di jaga oleh para peserta.

Dengan adanya hasil yang didapatkan ini Ocean Young Guards berharap agar para anak-anak secara berkelanjutan dapat menerapkan ilmu ilmu yang telah diserap selama berlangsungnya kegiatan dan menjadi Ocean Young Guards Junior. (Fajar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *