Nyanyian Owa Jawa

Artikel
Nyanyian Owa Jawa
Lain-lain
2565
29 Oktober 2014
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Owa jawa (Hylobates moloch) adalah primata endemik Indonesia dari jenis Hylobatidae. Dari sembilan jenis Hylobatidae yang ada di Asia Tenggara, di Indonesia hidup enam jenis Hylobatidae. Keenam jenis Hylobatidae tersebut adalah: Bilou (Hylobates klosii), Serudung (Hylobates lar), Siamang (Hylobates syndactylus), Ungko (Hylobates agilis), dan Kelawet (Hylobates mulleri).

Owa jawa memiliki nama lain wau-wau atau Owa jawa kelabu karena ciri fisiknya. Tubuhnya ditutupi rambut berwarna abu keperakan, warna ini juga persis dengan warna alis di bagian muka. Muka owa jawa seluruhnya hitam, dan beberapa individu memiliki dagu berwarna gelap. Meski demikian rambut owa jawa memilki perbedaan antara jantan dan betina, serta dalam tingkatan umur karena owa jawa muda memiliki warna yang lebih cerah.

Owa jawa memiliki perilaku yang khas, salah satunya aktivitas bersuara/bernyanyi. Betina berperan penting dalam pertahanan teritori dengan aktivitas bersuara (great call) yang dilakukan setiap pagi. Sedangkan owa jawa jantan jarang bersuara.  Sampai saat ini betina yang berkuasa dalam perbatasan dan pemeliharaan teritori dengan menggunakan great calls mereka, biasanya 1 – 3 jam setelah fajar. Ketika betina mulai bersuara, kelompok tetangga yang lain ikut serta. Betina yang belum dewasa juga ikut serta dalam bersuara.

Nyanyian Owa jawa terdiri dari tiga fase: bagian pembukaan, dimana mereka memulai latihan melemaskan badan; nyanyian berikutnya duet antara jantan dan betina, dan suara dari betina yang lambat laun menjadi tinggi (great calls). Aktivitas berusara digunakan sebagai pemberitahuan, menyatakan kehadiran mereka pada kelompok tetangga. Ini sebagai petunjuk untuk konfrontasi dalam batas kebersamaan, kadang–kadang untuk menunjukkan sifat menyerang. Hylobates moloch juga bisa bersuara keras, teriakan dapat lebih keras pada saat ada usikan seperti dari manusia atau Macan tutul.

 

Referensi

Anton Ario dkk (Editor). 2011. Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jakarta. Conservation International Indonesia

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *