Menggeledah Keanekargaman Hayati Ibu Kota

Artikel
Menggeledah Keanekargaman Hayati Ibu Kota
Lain-lain
1328
16 April 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Hari minggu menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran, setidaknya hal itu yang dilakukan oleh warga yang mengunjungi Taman Spathodea, Jakarta Selatan. Namun berbeda dari pengunjung taman lainnya yang hanya bersantai atau berolahraga, minggu (12/4) kemarin beberapa anak muda justru terlihat asik mengamati keanekaragaman hayati di Taman Spathodea. Ternyata di antara ramainya suasana pagi itu masih ada makhluk hidup seperti burung, reptil, atau kupu-kupu yang seakan ikut menikmati hijaunya taman kota.

Anak muda yang sedang asyik menggeledah keanekaragaman hayati taman kota itu adalah para Biodiversity Warriors. Biodiversity Warriors (BW) adalah gerakan anak muda yang dinisiasi oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Gerakan BW sangat terbuka untuk diikuti oleh anak muda yang ingin ikut melestarikan dan mempopulerkan keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk di dalamnya keaneakaragamana hayati di Kota Jakarta.

Dua warriors sedang asik mengamati keanekaragaman hayati di Taman Spathodea.

(Foto: Ahmad Baihaqi)

 

Hasilnya, setelah dilakukan pengamatan di Taman Spathodea hari itu diketahui bahwa ada 10 jenis burung, 8 jenis kupu-kupu, 5 jenis capung, 5 dan herpetofauna serta 1 jenis jamur. Data yang sangat menarik mengingat Ibu Kota yang selalu diidentikan dengan polusi dan gedung bertingkat. Siapa sangka dibalik “hutan beton” ibu kota masih ada keanekaragaman hayati yang masih bisa kita amati.

Kegiatan pengamatan yang bertajuk Cap (na) ture ini pun masih akan terus dilanjutkan di beberapa ruang terbuka hijau ibu kota. “Acara Cap (na) ture berikutnya akan dilaksanakan di Taman Marga Satwa Ragunan (18/4) dan Taman Menteng dan Suropati (19/4), semoga akan banyak anak muda yang ikut berpartisipasi” ujar Ahmad Baihaqi, salah satu Biodiversity Warriors pengagas kegiatan ini. Kegiatan yang bekerja sama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Komunitas Peta Hijau Jakarta, dan beberapa organisasi lainnya ini akan membuahkan Peta Hijau Keanekaragaman Hayati Kota Jakarta. Peta hijau ini kemudian bisa dinikmati warga Jakarta sebagai panduan menikmati biodiversitas yang dimiliki oleh DKI Jakarta.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *