Mengenal Asial Koel (Eudynamys scolopacea) Sang Perebut Sarang Burung Lain

Article
Mengenal Asial Koel (Eudynamys scolopacea) Sang Perebut Sarang Burung Lain
Animal, Ecotourism, Forestry
333
2 December 2021
Universitas Syiah Kuala
Author
Lia Nur Afrija
2
posting

Asial Koel (Eudynamys scolopacea) atau yang dikenal dengan nama lokal Tuwur Asia merupakan burung parasit bagi burung-burung lain. Burung ini merupakan salah satu jenis burung pemakan buah-buahan yang mempunyai ciri-ciri yaitu ukuran tubuh 39-46 cm dengan berat 190-327 g. Burung jantan dan betina Asian koel mempunyai warna yang berbeda. Jantan berwarna hitam kebiruan yang mengkilap sedangkan betina berwarna coklat abu-abu berbintik-bintik dan mempunyai garis-garis dibagian atas kepala dan berwarna keputihan pada bagian bawah tubuhnya. Burung Asian koel mempunyai iris mata yang berwarna merah, paruh hijau pucat, dan kaki berwarna biru abu-abu. Burung ini diperkirakan berbiak pada bulan Juni-Agustus, November-Maret.
Burung Tuwur Asia termasuk burung penetap yang sebagian besar menetap di Asia selatan seperti Iran, India, Bangladesh, dan Sri Lanka, dan termasuk juga Indonesia. Beberapa populasi ada yang melakukan pergerakan jarak jauh di tempat-tempat seperti Australia. Asian Koel dikenal burung parasit bagi burung-burung lain karena burung ini tidak pernah membangun sarangnya sendiri untuk bertelur, melainkan suka menitipkan telurnya ke sarang burung lain seperti burung gagak, sehingga untuk di kembang biakkan secara domestika sangatlah rumit. Saat melakukan aksi untuk menitipkan telurnya ke sarang burung lain, antara burung jantan dan burung betina saling bekerja sama. Mulanya burung tuwur asia jantan akan mengelabui burung gagak untuk menjauh dari sarangnya, kemudian sang betina yang berada didekat sarang gagak nantinya akan bertugas untuk memasukkan terlurnya ke sarang gagak. Saat burung asian koel jantan mengusik burung gagak dengan tujuan agar burung gagak mengejar tuwur asia jantan dan akan menjauh dari sarang, maka sang betina akan dengan cepat memasukkan telurnya ke sarang sang gagak, hanya dalam hitungan menit tugas mereka selesai. Sebagai penanda kalau tugas telah selesai, sang betina akan menukik untuk memberi tanda kepada sang jantan bahwa misi mereka berhasil.
Sang induk gagak yang tidak sadar sedang di tipu, akan santai melanjutkan tugasnya untuk mengerami telur-telurnya dan telur tuwur asia yang diselipkan pada sarangnya. Biasanya burung tuwur asia betina hanya menitipkan satu atau 2 telur saja pada satu sarang, tetapi sebanyak tujuh hingga sebelas telur diketahui ada pada beberapa sarang inang. Telur burung tuwur asia akan menetas dalam 12 hingga 14 hari. Selain gagak yang sering sasaran burung tuwur asia adalah Shrike Ekor Panjang (Lanius schach), House Crows (Corvus splendens) dan Common Mynas (Acridotheres tristis).
Jenis burung ini diamati saat penelitian yang dilakukan di Hutan Mangrove Pesisir Gosong Telaga pada tanggal 31 Oktober 2021. Kegiatan ini merupakan bagian dari BW Sponsorship Program 2021 termin II yang didukung penuh oleh Yayasan KEHATI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *