Kodok Merah, Amphibi Kecil Endemik Gunung Gede Pangrango

Article
Kodok Merah, Amphibi Kecil Endemik Gunung Gede Pangrango
Other
2320
22 November 2014
Biodiversity Warriors
Author
Admin BW
932
posting

Spesies ini memiliki nama ilmiah Leptophryne cruentata, cruentata dalam bahasa latin memiliki arti berdarah. Karena kodok merah ini juga disebut sebagai kodok darah atau Bleeding Toad dalam bahasa Inggris. Ukuran kodok ini berkisar 2,5 – 4 cm atau tidak lebih dari panjang batu baterai ukuran AA.

Kodok Merah adalah hewan endemik Jawa Barat yang masuk kategori kritis atau Critically Endangered oleh IUCN. Populasi hewan amphibi ini semakin menurun dan jarang ditemui, terutama setelah meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1987.

Kodok Merah (source)

Zona perbatasan antar dataran lembab dan hutan pegunungan adalah tempat hidup kodok ini. Menurut catatan ilmiah kodok merah hanya ditemui di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pantaslah kodok merah menjadi icon wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

 

Referensi:

[IUCNFHITNGGP]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *