Kertas Berbahan Selulosa Mikroba Ramah Lingkungan

Kertas Berbahan Selulosa Mikroba Ramah Lingkungan
6 November 2014
2471

Kegiatan manusia tidak terlepas dari penggunaan kertas. Data dari The Economist pada tahun 2012 menunjukan dalam 30 tahun konsumsi kertas dunia meningkat hingga setengah kali lebih banyak. Belgia berada di posisi teratas dengan rata-rata satu orang menghabiskan 8,5 batang pohon tiap tahunnya. Sedangkan satu orang di Indonesia rata-rata menghabiskan 0,67 batang pohon tiap tahunnya. Jika jumlah tersebut terus meningkat maka kemungkinan deforestasi serta degradasi hutan akan meningkat.

Infografis konsumsi kertas dunia.

(Sumber: Economist)

Peneliti bioteknologi Institut Pertanian Bogor telah menemukan teknologi kertas tanpa kayu. Pembuatan kertas itu memanfaatkan selulosa murni atau nata hasil dari fermentasi mikroba. Bahan baku yang digunakan bisa berupa air kelapa, limbah produksi tahu, limbah nanas. Pembuatan kertas tanpa kayu ini mendukung program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD). Satu lagi keunggulan temuan ini adalah tidak perlunya penggunaan klorin untuk pemutihan, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Berdasarkan data Asia Pasific Coconut Community (APCC), luas areal tanam kelapa di Indonesia tahun 2010 tercatat 3,8 juta hektar. Artinya persediaan air kelapa yang menjadi bahan baku kertas tanpa kayu ini sangat melimpah di Indonesia. Sayang riset ini belum dimanfaatkan dengan optimal, kertas masih saja dari kayu dan air kelapa masih saja sekedar dijajakan di kaki lima.

[ECONOMIST, HA IPB, KOMPAS 1, KOMPAS 2

Tentang Penulis
Admin BW
Biodiversity Warriors

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Terkait
Tidak ada artikel yang ditemukan
2020-07-30
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *