Daun Gatal Papua

Artikel
Daun Gatal Papua
Aktivitas, Flora, Kehutanan
84
18 Maret 2021
Universitas Papua
Penulis
Adrian Jentewo
1
posting

Daun gatal secara pengertian sederhana dari namanya dapat dikatakan sebagai tumbuhan yang memilik daun yang dapat menyebabkan gatal. Biarpun benar begitu, namun tumbuhan ini sangat berharga bagi orang papua karena memilik khasiat sebagai obat tradisional. Tumbuhan ini basanya digunakan orang Papua ketika mereka lelah, nyeri atau pegal di kaki, tangan atau badan ketika selesai aktivitas fisik seperti melintasi hutan atau memancing. Caranya yang umumnya digunakan adalah dengan menggosok bagian depan daunnya yang “berbulu” ke bagian tubuh yang pegal, biarpun terdapat juga yang mengolahnya menjadi salep daun gatal seperti di daerah Biak dan Depapre (Simaremare, 2015).

Daun gatal ini secara taksonomi masuk dalam genus Laportea dari famili Urticaceae, menurut theplantlist.org family Urticaceae ini memiliki sebanyak 52 genera yang salah satunya adalah genus Laportea dan di dalam genus ini kurang lebih terdapat 23 spesies. Diketahui dari banyaknya spesies tersebut yang tumbuh dan dimanfaatkan masyarakat tradisional Papua umumnya adalah dari spesies L. decumana dan L. aestuans (Simaremare, 2014 dan (Simaremare et al. 2017)

Daun gatal ini umumnya ditemukan di daerah dataran tinggi dengan tingkat curah hujan yang cukup dan cenderung lembab seperti di bawah tajuk pohon ataupun di pinggir aliran kali (sungai kecil). Seperti di gambar daun gatal yang dipegang ada yang warnanya hijau dan ada juga yang ungu serta ada juga yang hanya tulang daunnya saja yang ungu. Jenis daun gatal yang dimanfaatkan ini memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi biasanya mencapai lutut atau pinggang orang dewasa.

Khasiat dari daun gatal ini jika digunakan oleh orang yang sudah terbiasa mereka akan sangat menikmati sensasinya. Namun jika digunakan untuk orang yang belum terbiasa kemungkinan besar tidak terlalu menikmati dan akan merasa kurang nyaman dengan rasa gatal yang ditimbulkan beserta pori-pori yang membengkak kecil.

Referensi :

SIMAREMARE, Eva Susanty et al. Perbandingan Efektifitas Antinyeri Salep Daun Gatal Dari Simplisia Laportea decumana dan Laportea sp.. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), [S.l.], p. 1-10, july 2015. ISSN 2579-910X. Date accessed: 18 mar. 2021

SIMAREMARE, Eva Susanty. SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN GATAL (Laportea decumana (Roxb.) Wedd). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), [S.l.], july 2014. ISSN 2579-910X. Available at: Date accessed: 19 mar. 2021

Simaremare ES, Ruban A, Runtuboi DYP. 2017. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea aestuans (L.) Chew). J. Biol. Papua. 9(1):1–7.

 

 

1
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *