Bagarius yarelli (site West Borneo) Si Pembunuh berdarah dingin

Artikel
Bagarius yarelli (site West Borneo) Si Pembunuh berdarah dingin
Lain-lain
1784
6 Maret 2015
Penulis
marcel alveri adis
7
posting

Deskripsi Rumus sirip dari ikan ini ialah sirip dorsal I. 10 ; sirip caudal II. 19 ; sirip anal ; I 5 ½  ; dan sirip ventral I. 7 ½  . Perbandingan SL dan TL ialah sekitar 1 : 1,09. Perbandingan panjang kepala dan SL ialah 1 : 4,52. Ikan ini memiliki ciri morfologi yaitu bentuk tubuh compressed, bentuk mulut inferior dan bentuk ekor forked. Tubuh berwarna cokelat bercorak hijau pucat sedangkan Sirip dorsal, sirip caudal dan sirip anal berwarna merah muda dengan corak sirip berwarna hijau pucat. Mulut ikan ini bertipe penangkap dengan ratusan gigi kecil. Pada bagian ujung moncong terdapat tonjolan kecil (tubercle). Pupil mata berwarna hitam dan iris tipis berwarna kuning.

Habitat dan kelimpahan: Hidup di air tawar. Sungai berarus deras dapat ditemukan di sungai-sungai arus deras di Kalimantan. Parameter Lingkungan habitat sungai ditemukan spesies ini terdiri dari faktor fisika dan kimia. Faktor fisika terdiri dari suhu, kecerahan dan kecepatan arus. Suhu air memiliki range 27 – 28 oC yang berkategori mendukung keberadaan ikan , kecerahan berkisar 7 – 75 cm sehingga habitat berkategori jernih (musim kemarau), dan kecepatan arus berkisar 0,0142 – 0,091 m/s sehingga berkategori deras dan sangat deras. Faktor kimia terdiri dari pH, DO , CO2, dan alkalinitas. pH berkategori netral  hingga basa dengan kisaran nilai 7- 9 , Kandungan oksigen terlarut (Dissolved oxygen) berkategori baik dengan kisaran nilai 5 – 6 ppm, Kandungan karbon dioksida terlarut (CO2) berkategori baik dengan nilai 6 ppm , dan Alkalinitas berkategori mendukung kehidupan ikan dengan kisaran nilai 9 – 10 ppm.

 

Pola tingkah laku:

Ikan ini merupakan ikan dasaran yang termasuk karnivora utama di sungai arus deras. Hal ini didukung dengan bentuk ventral yang mendatar sehingga cocok untuk menempatkan diri di dasar sungai. Ikan ini lebih menyukai warna sungai yang agak keruh, hal ini dikarenakan morfologi dari ikan ini menyesuaikan dengan warna air sungai di hulu sungai yang berwarna kuning kecoklatan sehingga memudahkan spesies ini untuk berkamuflase dengan  tipe memangsa ialah menunggu dan menyergap. Selain itu dengan banyaknya kumis di sekitar mulut ikan memudahkan ikan untuk mendeteksi mangsa bahkan di air keruh.

Distribusi: Ikan ini ditemukan di Asia, daerah yang tercatat ditemukannya spesies ini adalah Malay Peninsula, Borneo dan Lembah sungai Chao Phraya dan Mekong  

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *