Analisis Sedimen Pada Pantai Manohara Kabupaten Pidie Jaya

Artikel
Analisis Sedimen Pada Pantai Manohara Kabupaten Pidie Jaya
Ekowisata
281
16 Februari 2022
Prodi Biologi Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry
Penulis
raziwahyuni
1
posting

Analisis Sedimen Pada Pantai Manohara Kabupaten Pidie Jaya

Razi wahyuni, Nova Irmayanti, Fatillah, Syahrial dan Siti Rahmah


 ABSTRAK

            Mikroalga  adalah jenis alga yang berukuran mikroskopis, mikroalga ini memanfaatkan enekgi matahari untuk berfotosintesis  yang berpotensi sehingga mikroalga disebut sebagai produsen primer dengan waktu pertumbuhan yang cepat mulai hitungan hari sampai beberapa minggu. Mikroalga juga mudah dibudidayakan, tidak memerlukan lahan yang luas untuk membudidayakanya dan untuk proses panennya juga bias  dilakukan setiap hari. Miikroalga mempunyai keunggulan yang baik bagi perairan karna dapat dimanfaatkan sebagai agen fitoremediasi (Effendi et all.,2015). Praktikum ini dilakukan pada hari Selasa 8 Oktober 2019 di Laboratorium Multifungsi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

 

. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum mikroalga adalah air laut yang sudah disterilkan sebanyak 2 liter,aquadest, bibit spirulina sebanyak 100 ml, wadah kultur atau toples bervolume 2 liter, aerator Berdasarkan hasil pengamatan tentang laju pertumbuhan mikroalga pada  spirulina Sp. yang didapatkan dalam praktikum ini adalah pengamatan spirulina sp. dengan perlakuan salinitas 20 ppt pada hari 0, pengamatan hari 1 ulangan 1=160 dan ulangan 2=240, pengamatan hari ke 2 ulangan 1=200 dan ulangan ke 2=260, pengamatan hari ke 3 ulangan 1=240 dan ulangan 2=300, [engamatan hari ke 4 ulangan 1=280 dan ulangan 2=480, pengamatan hari ke 5 ulangan 1=580 dan ulangan 2=640, pengamatan hari ke 6 ulangan 1=900 dan ulangan 2=700, pengamatan hari ke 7 ulangan

 1=1,32 dan ulangan 2=3,56, pengamatan hari ke 8 ulangan 1=8,7 dan ulangan 2=6,5, pengamatan hari ke 9 ulangan 1=2,92dan ulangan 2=2,3 dan pengamatan spirulina sp. Hari ke 10 ulangan 1=1,62 sedangkan ulangan 2=1,88 Hasil ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan Spirulina sp. semakin hari semakin padat dan bertambah.

Keyword: Laju Pertumbuhan Mikroalga (Spirulina Sp).

Pendahuluan

                Mikroalga adalah kelompok tumbuhan berukuran renik yang termasuk dalam kelas alga, diameternya antara 3-30 μm, baik sel tunggal maupun koloni yang hidup di seluruh wilayah perairan tawar maupun laut, yang lazim disebut fitoplankton. Morfologi mikroalga berbentuk uniseluler atau multiseluler tetapi belum ada pembagian tugas yang jelas pada sel-sel komponennya. Hal itulah yang membedakan mikroalga dari tumbuhantingkat tinggi (Romimohtarto, 2004).

Budidaya mikroalga sangat menarik karena tingkat pertumbuhannya yang tinggi, mampu menyesuaikan pada kondisi lingkungan yang bervariasi. Mikroalga merupakan tumbuhan thalus yang berklorofil dan mempunyai pigmen tumbuhan yang dapat menyerap cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Kandungan alami mikroalga terdiri dari zat gizi dan beberapa senyawa aktif seperti β-karoten, provitamin, mineral, pigmen dan asam lemak. Mikroalga memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, sehingga mikroalga juga dikenal sebagai single cell protein(Butcher, 1959).

Mikroalga merupakan salah satu agen biologi akuatik yang dapat tumbuh dalam kondisi pertumbuhan alternatif dengan kondisi daya adaptasi yang kuat sehingga diduga dapat berperan dalam mendegradasi polutan dalam limbah cair karet. Selain itu, limbah cair karet juga mengandung bahan organik dan nutrien yang tinggi untuk pertumbuhan alga (Richmond, 1986). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa mikroalga mampu dikultivasikan pada limbah cair. Mikroalga yang dapat tumbuh pada limbah cair karet selain menghasilkan hasil samping berupa biomassa juga memiliki peran yang penting dalam proses dekomposisi limbah cair karet sehingga dapat menurunkan beban cemaran. Salah satu jenis mikroalga yang memiliki rentang hidup yang luas di

media tumbuhnya adalah Spirulina platensis (Khoirunisa et al.,2012).

Spirulina dapat tumbuh dengan baik di danau, air tawar, air laut, dan media tanah. Mikroalga jenis ini termasuk mikroalga yang mudah untuk dibudidayakan, karena budidayanya dapat dilakukan di dalam maupun di luar ruangan. Spirulina memiliki banyak manfaat dan juga keistimewaan. Keistimewaan yang dimiliki Spirulina diantaranya adalah sebagai sumber protein nabati 100% bersifat alkali, dengan 4 dinding sel yang lunak sehingga sangat mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Protein Spirulina 90% dapat dicerna karena mengandung enzim yang membantu dalam proses pencernaan (Riyono, 2008).

Kandungan nutrisi Spirulina sp. yang lengkap terutama protein yang tinggi menyebabkan Spirulina sp. memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein. Pemenuhan kebutuhan nutrien untuk Spirulina sp. sangat bergantung pada ketersediaannya dalam medium kultur. Komposisi nutrien yang lengkap dan konsentrasi nutrien yang tepat menentukan produksi biomassa dan kandungan gizi mikroalga. Dalam penelitian Yarti et al (2014) menyatakan bahwa, kandungan protein total meningkat dengan bertambahnya jumlah Nannochloropsis sp. Selain itu, Pemberian perubahan lingkungan yang meliputi salinitas, suhu, fotoperiode, intensitas cahaya, dan nutrient dapat mempengaruhi biokimia mikroalga (Widianingsih et al., 2011).

Salinitas merupakan parameter oseanografi yang penting dalam pertumbuhan mikroalga khususnya mikroalga laut. Faktor salinitas sangat penting karena, berpengaruh terhadap tekanan osmotik tubuh. Produktivitas dan daya adaptasi berbagai jenis mikroalga diduga berkaitan erat dengan tingkat salinitas lingkungannya (Rudiyanti, 2011).

Metode

Spirulina sp. Yang telah berumur dua Hari dijadikan inokulan untuk kemuadian ditebarkan pada media perlakuan, Air laut yang sudah di sterilkan 2 liter/kelompok, perlakuan berupa perbedaan Salinitas,Kelompok 1 dan 2 (10 PPt) dan kelompok 3 dan 4 (15 PPt) kelompok 5 dan 6 (20 PPt), Wadah kultur berupa toples beralas bundar bervolume 2 L. Kemudian dituan Spirulina sp. kedalam wadah yang sudah berisikan air, dan selanjutnya dipasang aerator, dan kemudian di lakukan pengamatan dari hari 0 sampai dengan hari ke 10. Dicatat laju pertumbuhan spirulina dengan 2x pengulangan.

Analisis Data

Laju pertumbuhan (%) Co Co / Co X 100%

Hasil dan pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan dari laju pertumbuhan mikroalga bahwa Pertumbuhan mikroalga dalam kultur dapat ditandai dengan bertambah besarnya ukuran sel atau bertambahnya jumlah sel, pertumbuhan ini dapat dilihat semakin meningkatnya tingkat kepadatan sel pada kultur. Faktor pertumbuhan mikroalga mempengaruhi hasil biomassa, maupun jenis produk yang diinginkan. Terkadang biomassa yang sedikit menghasilkan produk yang diinginkan dalam jumlah banyak, untuk itu diperukan optimasi komposisi yang seimbang antara banyaknya biomassa dan banyaknya produk dalam biomassa mikroalga. Beberapa faktor penting bagi produksi mikroalga skala massal di antaranya (1) intensitas cahaya, (2) suhu, (3) media pertumbuhan (4) pH, dan (5) salinitasi (Hadiyanto dan Azim, 2012).

Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam praktikum ini adalah pengamatan Spirulina sp. pada hari 1 pengamatan 1 ulangan 1=160 dan ulangan 2=240, pengamatan hari ke 2 ulangan 1=200 dan ulangan ke 2=260, pengamatan hari ke 3 ulangan 1=240 dan ulangan 2=300, pengamatan hari ke 4 ulangan 1=280 dan ulangan 2=480, pengamatan hari ke 5 ulangan1=580 dan ulangan 2=640, pengamatan hari ke 6 ulangan 1=900 dan ulangan 2=700, pengamatan hari ke 7 ulangan 1=1,32 dan ulangan 2=3,56, pengamatan hari ke 8 ulangan 1=8,7 dan ulangan 2=6,5, pengamatan hari ke 9 ulangan1=2,92dan ulangan 2=2,3 dan pengamatan spirulina sp. Hari ke 10 ulangan 1=1,62 sedangkan ulangan 2=1,88

Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan Spirulina sp. semakin hari semakin meningkat dan pertumbuhan mikroalga dalam kultur dapat ditandai dengan bertambah besarnya ukuran sel atau bertambahnya jumlah sel, pertumbuhan ini dapat dilihat semakin

meningkatnya tingkat kepadatan sel pada kultur. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroalga ini yaitu media, dan faktor lingkungan contohnya suhu, cahaya, pH dan agitasi Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam praktikum ini adalah pengamatan Spirulina sp. pada hari 1 ulangan 1=160 dan ulangan 2=240, sedangkan pengamatan  hari terakhir adalah hari ke 10 ulangan 1=1,62 sedangkan ulangan 2=1,88

Daftar pustaka

Butcher, R. W. 1959. An Introductory Account of the Smaller Algae of BritishCoastalWaters, Part 1 Introduction and Chlorophyceae. FisheryInvestigation Series IV. HMSO. London.

Hadiyanto dan Azim, M., 2012, Mikroalga Sumber Pangan dan Energi Masa Depan,Edisi Pertama. UPT Undip Press. Semarang.

Khoirunisa, E., Mutiah, E., dan Abdullah. 2012. Proses Kultivasi Spirulina platensis MenggunakanPOME (Palm Oil Mill Effluent) Sebagai Media Kultur dalam Raceway Open Pond Bioreactor. Jurnal Teknologi Kimia dan Indsutri 1(1): 264-269.

Riyono, S.H. 2008. Ekstrak klorofil. Jurnal Oseanografi 2(24): 8-12.

Romimohtarto, K. 2004. Meroplankton Laut : Larva Hewan Laut yang Menjadi Plankton. Djambatan.Jakarta.

Rudiyanti, S. 2011. Pertumbuhan Skeletonema costatum Pada Berbagai Tingkat salinitas Media. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 6 No. 2(2011): 69 -76

Widianingsih, R. Hartati, H. Endrawati, E. Yudiarti, Subagiyo. 2010. Kandungan Fatty acid pada Mikroalga Laut. FPIK UniversitasDiponegoro, Semarang.

Yarti, N., Muhaemin, M., dan Hudaidah, S. 2014. Pengaruh Salinitas dan Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Total Nannochloropsis sp. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. Universitas Lampung. Vol 2 No 2(2014): 273-278.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *