PPK Ormawa HIMITEKA Dorong Pemanfaatan Ikan di Kronjo
Pemanfaatan sumber daya perikanan lokal secara bijak menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Samudera Bahari, salah satu program kerja PPK Ormawa HIMITEKA 2026 IPB University, menyelenggarakan pelatihan pembuatan dendeng ikan asin berbahan dasar ikan tembang bagi masyarakat pesisir di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini hadir sebagai upaya mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya simpan lebih lama dan potensi ekonomi yang lebih tinggi. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknik pengolahan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ikan tembang (Sardinella spp.) dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan salah satu komoditas ikan pelagis kecil yang melimpah di perairan Kronjo. Ketersediaannya yang tinggi menjadikan ikan tembang sebagai sumber daya lokal yang potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Pemanfaatan komoditas lokal ini juga menjadi strategi dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku yang berasal dari luar daerah.
Pelatihan diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari RW 03 dan RW 04 Desa Kronjo. Sebelum memasuki sesi praktik, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengolahan hasil perikanan. Tahapan ini menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas pelatihan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran peserta selama kegiatan berlangsung.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Seluruh proses pembuatan dendeng ikan asin dipandu langsung oleh Ibu Julastri, Ketua RT 03 Desa Kronjo, yang telah memiliki pengalaman dalam mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk pangan bernilai jual. Tidak hanya mendemonstrasikan setiap tahapan pengolahan, beliau juga membagikan pengalaman praktis mengenai pengelolaan usaha olahan perikanan yang dapat diterapkan oleh masyarakat pesisir.
“Pelatihan seperti ini tentunya sangat baik, terutama bisa menyasar ibu-ibu pesisir yang belum memiliki kegiatan tetap. Dengan adanya pelatihan ini, mereka dapat belajar mengolah hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap Ibu Julastri.
Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan berlangsung. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik pengolahan ikan, peserta juga berdiskusi mengenai peluang pemasaran, pengemasan produk, serta potensi pengembangan usaha berbasis hasil perikanan lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu pesisir, untuk mengembangkan usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Melalui pelatihan ini, Samudera Bahari tidak hanya memperkenalkan inovasi pengolahan hasil perikanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya laut secara lebih optimal dan bertanggung jawab. Dengan mengolah hasil tangkapan lokal menjadi produk bernilai tambah, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan sumber daya pesisir. Upaya ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PPK Ormawa HIMITEKA 2026 IPB University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.


