HIMITEKA Latih Pemasaran dan Pengemasan di Desa Kronjo
Keanekaragaman hayati laut Indonesia merupakan aset yang tidak ternilai. Di balik setiap hasil tangkapan nelayan, tersimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Namun, potensi tersebut hanya dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila dikelola secara bijak dan berkelanjutan.
Semangat inilah yang menjadi landasan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMITEKA IPB University melalui program Samudera Bahari dalam mendampingi masyarakat pesisir Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.
Salah satu komoditas yang ada di Desa Kronjo adalah ikan tembang (Sardinella spp.), ikan pelagis kecil yang melimpah di perairan pesisir Kronjo. Selama ini, ikan tembang banyak dimanfaatkan sebagai hasil tangkapan harian nelayan. Melalui program Samudera Bahari, komoditas lokal tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah berupa dendeng ikan asin dan ikan asin, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi tanpa menambah tekanan terhadap sumber daya alam.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati tidak selalu identik dengan peningkatan eksploitasi. Sebaliknya, melalui inovasi pengolahan dan peningkatan nilai tambah, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sumber daya yang sama. Dengan demikian, pemanfaatan hasil perikanan menjadi lebih efisien sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan.
Sebagai kelanjutan dari pelatihan pengolahan hasil perikanan yang telah dilaksanakan sebelumnya, Tim Samudera Bahari kembali mendampingi masyarakat dalam tahap pengemasan produk. Produk ikan asin hasil olahan kelompok ibu-ibu Desa Kronjo dikemas menggunakan standing pouch berukuran 250 gram yang lebih higienis dan menarik. Setiap kemasan dilengkapi dengan label yang dirancang oleh tim mahasiswa sebagai identitas produk khas Desa Kronjo sekaligus upaya meningkatkan daya saing di pasar.
Bagi masyarakat, proses pengemasan bukan sekadar mempercantik tampilan produk. Kemasan yang baik membantu menjaga mutu produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta menjadi bagian penting dalam membangun citra produk perikanan lokal yang mampu bersaing dengan produk serupa dari daerah lain. Langkah sederhana ini menjadi bukti bahwa inovasi pada tahap pascapanen dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi hasil laut lokal.
Pendampingan tidak berhenti pada proses produksi dan pengemasan. Menyadari bahwa akses pasar menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha pesisir, Tim Samudera Bahari juga menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital melalui platform Shopee dan TikTok Shop. Kelompok ibu-ibu Desa Kronjo diperkenalkan pada cara membuat toko daring, menyusun katalog produk, hingga memahami dasar-dasar pemasaran digital.
Hasil dari pelatihan tersebut adalah terbentuknya sebuah akun Shopee resmi yang akan menjadi etalase digital bagi berbagai produk olahan hasil laut Desa Kronjo. Kehadiran toko daring ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, membuka akses ke konsumen yang lebih luas, serta meningkatkan peluang ekonomi masyarakat tanpa harus bergantung pada pasar lokal.
Program Samudera Bahari menunjukkan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya dilakukan melalui perlindungan ekosistem, tetapi juga melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ketika hasil laut dimanfaatkan secara optimal, diolah menjadi produk bernilai tambah, dan dipasarkan secara lebih luas, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar tanpa harus meningkatkan intensitas pemanfaatan sumber daya alam.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat pesisir, Samudera Bahari menjadi contoh bahwa konservasi dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan. Keanekaragaman hayati laut tidak hanya dipandang sebagai sumber daya yang dieksploitasi, tetapi sebagai modal alam yang perlu dijaga agar terus memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Dari Desa Kronjo, sebuah langkah kecil sedang dibangun untuk menunjukkan bahwa masa depan pesisir yang berkelanjutan dimulai dari pengelolaan sumber daya laut yang bijak, inovatif, dan berpihak pada masyarakat.


