Tim yang terdiri dari Silvagama Kehutanan UGM, Bio-explorer Unsoed, SONI (Save Our Nusakambangan Island), Seeds Indonesia, Biodiversity Warriors dan Warga Kampung Laut mengunjungi kawasan Segara Anakan pada tanggal 22 Januari sampai dengan 24 Januari 2016 untuk mengadakan sensus. Sensus ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan burung-burung di area lahan basah Segara Anakan, serta pentingnya kawasan laguna Segara Anakan terhadap keanekaragaman burung air.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari acara International Waterbird Census # IWC50 ke-50 yang dilakukan oleh para pengamat burung di seluruh dunia selama bulan Januari. Di Indonesia, acara ini diselenggarakan oleh Wetlands International Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Yayasan Lahan Basah Indonesia (Wetlands Indonesia).
Laguna Segara Anakan setiap tahun mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimentasi. Laguna Segara Anakan memiliki luas sebesar 834 Ha, pada data tahun 2005 Segera Anakan mengalami penyusutan 98,4 Ha per tahun. Padahal pada Segara Anakan memiliki hutan mangrove seluas 8.495 Ha dengan perkiraan terdapat 26 spesies pohon-pohonan mangrove. Tempat itu menjadi rumah bagi berbagai fauna termasuk burung, dan bernilai tinggi bagi keanekaragaman hayati lahan basah Indonesia.
Laguna segara anakan juga berfungsi sebagai jalur transit untuk beberapa burung migran. Selama Biodiversity Warriors mengikuti pengamatan, beberapa kawanan burung air teramati sepanjang perjalanan perahu dari pelabuhan Sleko sampai Klaces.
Sebelas burung air yang teramati di Segera Anakan, diantaranya cangak abu, kokokan laut, kuntul kecil, blekok sawah, bangau bluwok, bangau tong tong, cangak merah, bambangan merah, bangau sandang lawe, cangak laut, dan kareo padi.
Lalu ditemui juga beberapa burung pantai seperti cerek jawa, trinil pantai, trinil bedaran biru laut ekor blorok, gajahan timur, gajahan penggala, dan gajahan eurasia. Selain burung-burung lahan basah, teramati pula burung jenis lain seperti layang-layang batu, layang-layang api, cekakak sungai, cekakak suci, pekaka emas, elang tiram, elangular bido, kerak kerbau dan bubut.
Teks by: Widodo Setyo P
Photo credit: Ari, Widodo, Khafiz, Bogo, dan tim ‪
Leave a Reply
Terkait