Primata

Macaca fascicularis I Kera ekor panjang

Monyet ini memiliki tubuh yang ramping dengan ekor yang panjang, yang bisa lebih panjang dari tubuhnya. Bulu mereka berwarna abu-abu atau coklat dengan sedikit kilauan. Mereka juga memiliki wajah yang panjang dengan mata besar.Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) saat ini berstatus terancam punah (Endangered) menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature)⁽¹⁾. Status ini berubah Macaca fascicularis I Kera ekor panjang

Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis

Adalah primata yang banyak ditemukan di Asia Tenggara⁽¹⁾. Mereka memiliki tubuh berukuran sedang dengan panjang kepala dan tubuh sekitar 40–47 cm, ekor 50–60 cm, dan berat 3–7 kg. Ciri khasnya adalah ekor panjang yang membantu keseimbangan saat bergerak di pepohonan. Warna bulunya bervariasi dari cokelat abu-abu hingga kehitaman, dengan sisi bawah tubuh lebih pucat⁽²⁾. Mereka Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)

Monyet dewasa berukuran sedang dan kecil, dengan berat betina 3–4 kg dan jantan dewasa 5–7 kg. Panjang tubuh dan kepala 400–470 mm, ekor 500–600 mm, dan kaki belakang 140 mm. Rambut berwarna cokelat abu-abu, dengan sisi bawah rambut yang lebih pucat. Jambang pipi sering membuat orang terlihat. Bayi-bayi itu kehitaman.

Pelantikan KSP Macaca UNJ di Bodogol: Menyemai Cinta untuk Primata

Sekumpulan mahasiwa pergi ke hutan. Mencatat alam, menakar mimpi. Menjaga primata tetap lestari. Bunyi rintik menghantam atap seng adalah musik latar yang mengiringi cerita ini. Hujan yang tadinya cuma gerimis, tiba-tiba semakin deras. Para calon anggota baru KSP Macaca UNJ pun tidak punya pilihan lain selain berteduh di warung-warung terdekat. Sembari menunggu hujan reda, mereka Pelantikan KSP Macaca UNJ di Bodogol: Menyemai Cinta untuk Primata

Kodok Buduk yang akrab dengan masyarakat

Duttaphrynus melanostictus menjadi salah satu hewan amfibi yang akrab dengan kehidupan manusia. Mereka mampu beradaptasi dalam habitat apapun sehingga populasinya cukup banyak di Indonesia

Hylobates moloch I Owa Jawa

Hylobates moloch (Audebert, 1798) merupakan primata yang termasuk kedalam genus Hylobates yang menjadi satwa endemik di pulau Jawa. Owa Jawa hidup arboreal yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada hutan yang mereka tempati. Mereka hidup berkelompok dan akan melakukan aktivitas bergelantungan sambil mengeluarkan “nyanyian” merdu yang memberikan kesan natural saat mendengarnya secara langsung. Namun seiring dengan maraknya pembukaan Hylobates moloch I Owa Jawa