#konservasi

Migrasi Catopsilia pomona

Pernahkah kalian melihat kupu-kupu sangat banyak di bulan-bulan tertentu?Bahkan mungkin ketika kalian sedang mengendarai motor, helm kalian ditabrak olehnya? Yap, hal itu pernah saya dapati ketika saya sedang melakukan pengamatan kupu-kupu di bulan November 2023-Maret 2024. Saya menemukan peristiwa dimana banyak sekali kupu-kupu berwarna hijau pucat dan juga ada yang berwarna kuning. Kawanan kupu-kupu itu Migrasi Catopsilia pomona

Polypedates leucomystax I The Problematic Tree frog

Polypedates merupakan kelompok katak pohon dari keluarga Rhacophoridae yang memiliki 11 jenis tersebar luas di dataran Asia Tenggara. Sedangkan jenis yang tersebar di Indonesia yaitu P. colletti, P. leucomystax, P. macrotis, dan P. otilophus (Frost, 2006). Persebaran Polypedates leucomystax sangat luas di Asia sehingga pada karakteristik dataran yang berbeda akan menunjukkan ciri morfologi yang berbeda signifikan. Polypedates leucomystax I The Problematic Tree frog

Lycodon capucinus I Ular Cecak

Lycodon capucinus (Daudin, 1803) termasuk kedalam anggota famili Colubridae yang sering dikenal dengan sebutan lokal Ular Cecak. Gaya hidup L. capucinus yakni terestrial, namun sering juga ditemukan di atap rumah warga dan memangsa kawanan cecak disana. Ular cecak sangat baik dalam beradaptasi mulai dari hutan hujan dataran rendah, hutan muson, dan tanah pertanian dekat permukaan Lycodon capucinus I Ular Cecak

Limnonectes microdiscus I Bangkong kerdil

Limnonectes microdiscus (Bouttger, 1892) merupakan anggota dari kelompok Dicroglossidae yang berukuran kecil dan memiliki corak “V” terbalik pada bagian bahu. Beberapa variasi ditunjukkan melalui corak memanjang pada dorsal dimulai dari ujung kepala hingga anus. Panggilan suara yang dihasilkan oleh katak ini sangat khas, terkesan lucu dan memanggil-manggil dari semak belukar. Menariknya, Limnonectes microdiscus merupakan katak endemik Indonesia Limnonectes microdiscus I Bangkong kerdil

Naja sputatrix I Kobra Jawa

Naja sputatrix (Boie, 1827) atau Kobra Jawa merupakan salah satu reptil dari anggota Elapidae yang memiliki bisa tinggi bersifat hemotoksik (merusak sel darah) dan neurotoksik (merusak sel syaraf). Jenis ular ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk membuat mangsanya mati tak berdaya. Selain itu, ketika dalam keadaan terancam juga dapat menyemburkan bisanya sehingga sangat Naja sputatrix I Kobra Jawa

Lycodon aulicus I Common Wolf Snake

Lycodon aulicus (Linneaus, 1758) disebut dengan nama lokal ular serigala india merupakan salah satu jenis reptil yang memiliki persebaran sangat luas khususnya di wilayah Selatan dan Tenggara benua Asia. Jenis ini memiliki banyak sekali variasi pada warna dan pola bercak putih di sepanjang tubuhnya. Namun yang mencirikan dari L. aulicus yakni berupa bercak putih yang mendekati bagian kepala Lycodon aulicus I Common Wolf Snake

Pseudocalotes tympanistriga I Kadal Londok Moncong

Pseudocalotes tympanistriga atau Londok moncong termasuk anggota dari keluarga agamidae (bunglon) yang memiliki distribusi utama di pulau Jawa dan Sumatra. Memiliki warna tubuh hijau cerah dengan garis-garis hitam yang tersebar sepanjang tubuhnya. Jenis ini sangat senang bertengger pada tumbuhan paku terutama saat kondisi pasca hujan.

Xenochrophis vittatus I Ular kisik

Xenochrophis vittatus (Linnaeus, 1758) atau Ular kisik termasuk ke dalam genus Xenochrophis yang memiliki panjang tubuh mencapai 70 cm. Jenis ular ini memiliki ciri-ciri berupa tubuh berwarna dasar kehitaman yang terdapat empat jalur garis (pita) memanjang sepanjang tubuh berwarna kuning kecokelatan. Nama “Vittatus” pada spesies ini berarti Pita yang berwarna tersebut. Ular kisik tersebar di Xenochrophis vittatus I Ular kisik

Gecko gecko I Tokek rumah

Cukup bersahabat dengan jenis reptil yang satu ini. Suaranya kerap sekali membisingkan penghuni rumah, dianggap menjijikan karena tampilan dan tekstur pada telapak tungkainya. Bahkan banyak masyarakat menganggap hewan ini akan sulit melepas gigitannya ketika sudah menggigit sesuatu (harus nunggu guntur baru lepas gigitannya). Gecko gecko atau tokek rumah sangat gemar menghuni atap rumah, jenis ini Gecko gecko I Tokek rumah

Gerakan Hijau Nusantara: Gebyar Tanam Pohon 4000+ Se-Nusantara dan Implementasi Climate Generation Camp (CGC) KLHK 2024

Pada Minggu, 15 September 2024, saya dengan bangga ikut serta dalam sebuah gerakan besar yang membawa perubahan nyata bagi lingkungan kita, yaitu Gebyar Tanam Pohon 4000+ di 40 titik Se-Nusantara. Acara ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) 2024 dan para alumni Climate Generation Camp (CGC) KLHK 2024, sebuah program Gerakan Hijau Nusantara: Gebyar Tanam Pohon 4000+ Se-Nusantara dan Implementasi Climate Generation Camp (CGC) KLHK 2024