#konservasi

Burung Gelatik Jawa

Burung pipit kecil dan gempal dengan paruh merah muda yang sangat tebal. Kepala hitam dan pola pipi putih sangat khas. Remaja memiliki pola warna yang mirip, namun lebih kelabu.

Burung Merbah Cerukcuk

Burung merbah urban paling umum di Asia Tenggara, penyanyi yang atraktif dan sering dijumpai di perkotaan, taman, dan perkebunan; serta di hutan terbuka, tepian hutan, dan tegakan sekunder. Tubuh atas cokelat dan tubuh bawah keputihan, dengan tungging kuning cerah serta garis hitam tebal di antara paruh dan mata. Sisi depan jambul pendeknya yang agak meruncing Burung Merbah Cerukcuk

Burung Bondol Peking

Burung penyanyi kecil yang atraktif, menghuni padang rumput, kebun, lapangan, dan kawasan agrikultur. Wilayah sebaran alami di India dan Asia Tenggara, dengan populasi hasil introduksi terpencar-pencar di belahan dunia lain. Dewasa umumnya memiliki tubuh atas cokelat berangan gelap, tubuh bawah putih, dengan corak sisik tipis gelap di perut; beberapa populasi cokelat lebih kusam.

Burung Kecici Belalang

Burung kecici cokelat yang suka bersembunyi; biasanya membenamkan diri di vegetasi kusut yang dalam sehingga sulit dilihat. Jika terlihat jelas, perhatikan tubuh atas bercoret rapat, ekor panjang berbentuk baji, dan tunggir merah karat.

Karakteristik Kantung Semar (Nepenthes spp.) Sang Pemangsa Serangga

Tahukah Anda mengenai kantung semar? Kantung semar (Nepenthes spp.) tergolong tumbuhan karnivora yang dapat ditemui di beberapa hutan di Indonesia dengan beragam bentuk. Keunikan tanaman ini berasal dari kantung yang dibentuk oleh daun sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mendapatkan makanan. Tumbuhan kantung semar merupakan tumbuhan epifit yang berhabitus herba, kantung semar juga tumbuhan pemangsa serangga Karakteristik Kantung Semar (Nepenthes spp.) Sang Pemangsa Serangga

Keanekaragaman Hayati Indonesia: Menjaga Warisan Alam di Tengah Perubahan Iklim

Negara kita, dengan kekayaan alamnya yang memukau, adalah rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna unik yang hanya bisa ditemukan di sini. Tapi sayangnya, perubahan iklim mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati kita, atau yang biasa disebut sebagai KEHATI. Melalui eksplorasi ragam satwa, ekosistem, pangan lokal, hingga kekayaan genetiknya, kita akan melihat bagaimana Indonesia berjuang untuk mempertahankan Keanekaragaman Hayati Indonesia: Menjaga Warisan Alam di Tengah Perubahan Iklim

Bentet kelabu (Lanius schach)

Bentet Kelabu Lanius schach, atau dikenal juga sebagai cendet ekor panjang, adalah salah satu spesies burung dari keluarga Laniidae. Burung ini memiliki nama Inggris Long-tailed Shrike dan terkenal karena ekornya yang panjang serta perilaku khasnya sebagai burung pemangsa kecil

Mengapa Hiu Berjalan Halmahera Harus Kita Lindungi?

Hiu berjalan (walking shark) merupakan ikan subkelas Elasmobranchii yang termasuk ke dalam famili Hemiscyllidae. Spesies baru dari hiu berjalan adalah Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) sekaligus salah satu hiu endemik dari Maluku Utara. Hiu ini pertama kali ditemukan dan dideskripsikan oleh Allen et al. (2013) yang didapat dari Pulau Bacan dan Pulau Ternate pada tahun Mengapa Hiu Berjalan Halmahera Harus Kita Lindungi?

Burung-madu Pengantin

Burung-madu berukuran sedang yang atraktif, menghuni hutan dataran rendah, mulai dari hutan semak pesisir hingga hutan hijau sepanjang tahun di pedalaman. Jantan hitam dengan tenggorokan merah jambu-merah mengilap, perut merah, serta mahkota hijau-biru berkilau. Betina sebagian besar kekuningan dengan tungging pucat dan garis gelap tipis melewati mata.