#konservasi

Burung Cabai Jawa

Kepala, dada, dan punggung merah terang pada jantan membuatnya mudah dikenali. Betina tubuh atas kecokelatan dan tubuh bawah pucat, dengan tunggir merah; agak mirip dengan betina cabai merah, namun perhatikan warna lebih kelabu keseluruhan pada cabai jawa, khususnya di sisi tubuh (cabai merah betina memiliki sisi tubuh kekuningan atau kuning tua pucat).

Burung Dederuk Jawa

Burung dara berukuran sedang, berwarna cokelat-merah muda dengan mata merah terang. Kalung di belakang leher hitam dengan tepian atas putih. Menyukai hutan bakau dan berbagai habitat berbagai hutan terbuka serta tepian hutan, sesekali berkelana hingga ke pemukiman manusia; cenderung tidak umum di seluruh wilayah sebarannya. Membunyikan suara mendengkur parau dan dalam.

Mengembalikan Harum Cendana di Bumi Flobamora

Nama cendana tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Selain seringkali disematkan sebagai nama keluarga salah satu mantan presiden Republik Indonesia, tanaman dengan nama ilmiah Santalum album ini dikenal karena hasil kayu teras (heartwood) dan harumnya yang khas. Kayu cendana telah dimanfaatkan sebagai bahan baku furnitur, kerajinan tangan, pembungkus keris (warangka), dan rosario. Mengembalikan Harum Cendana di Bumi Flobamora

Burung Kerak Kerbau

Semula merupakan spesies endemik Jawa dan Bali, namun saat ini telah terintroduksi ke berbagai wilayah lain di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Ambon) serta Malaysia, Singapura dan Taiwan. Seluruh tubuh kelabu gelap dengan jambul pendek tegak dan paruh oranye-kuning cerah.

Burung Bentet Kelabu

Burung bentet berukuran besar dan ribut, khas di habitat terbuka di seluruh Asia. Dewasa memiliki topeng gelap dan punggung atas kelabu pucat, dengan warna oranye yang bervariasi di punggung bawah dan sisi tubuh.

Burung-madu Sriganti

Burung madu kecil yang aktif, menghuni tepian habitat, taman dan kebun; menjadi burung madu yang paling umum di habitat urban pada sebagian besar wilayah sebarannya.

Burung Bambangn Hitam

Semua fase umur dan bulu memiliki tubuh atas yang gelap dan garis oranye, kuning, serta kemerahan di leher dan dada. Betina dan remaja rata-rata lebih cokelat dengan kontras yang lebih sedikit daripada jantan. Biasanya bersembunyi dan berburu di dalam vegetasi sebagaimana bambangan lain, tetapi kadang-kadang terlihat hinggap di pohon dan semak-semak.

Jeralang (Ratufa bicolor)

Tupai ini memiliki panjang tubuh sekitar 30-50 cm, dengan ekor panjang mencapai 50 cm. Bobotnya berkisar antara 1 hingga 3 kg. WarnaTubuh bagian atas biasanya berwarna coklat gelap atau hitam, sedangkan bagian bawah, seperti dada dan perut, berwarna krem atau kuning pucat. Warna ini memberikan kontras yang menarik.  Ekor panjang dan lebat digunakan untuk menjaga Jeralang (Ratufa bicolor)

Burung Ceret Gunung

Kecil (13 cm), berwarna coklat. Ekor memanjang, alis-mata keputih-putihan coklat. Tubuh bagian atas coklat-tua dan zaitun-kecoklatan. Tubuh bagian bawah putih-kekuningan, ada sapuan coklat pada sisi tubuh dan melintasi dada.