Keanekaragaman hayati

Ideopsis juventa | Grey Glassy Tiger

Ideopsis juventa biasanya terbang pada elevasi rendah di antara semak berbunga dengan perlahan. Mulai beraktivitas pada siang hari dengan menghisap cairan nektar bunga-bunga diantaranya bunga tembelekan (Lantana camara). Sedangkan ketika sore hari dan pagi hari kupu-kupu ini akan berlindung diantara dedaunan. Ulat dari I. juventa biasanya memakan beberapa tanaman seperti sirih (Piper betle), cabe jawa Ideopsis juventa | Grey Glassy Tiger

Merawat Cinta Yang Tak Bertepi

Menurut kajian para ahli geologi, sekitar 300 juta tahun lalu daratan di Bumi masih berupa satu benua yang dinamakan Pangea. Benua tersebut dikelilingi oleh satu samudra besar Panthalasa. Pangea kemudian terpecah menjadi dua benua besar yakni Laurasia (di utara) dan Gondwana (di selatan) pada kisaran waktu 200 juta tahun lalu. Benua inilah yang kemudian terpecah Merawat Cinta Yang Tak Bertepi

Apakah Indonesia Masih Layak Disebut Negara Megabiodiversitas?

Perayaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) pada tiap tanggal 5 November dapat menjadi sebuah momentum untuk kembali menengok siapa diri kita, sebagai bangsa pewaris kekayaan hayati yang luar biasa. Namun, di balik gegap gempita kampanye cinta alam, seiring hilangnya hutan, terjadinya krisis iklim, dan tingginya tekanan pembangunan, muncul pertanyaan reflektif: masihkah Indonesia layak Apakah Indonesia Masih Layak Disebut Negara Megabiodiversitas?

Aularches miliaris | Belalang Setan

Belalang setan adalah belalang berwarna-warni yang termasuk ke dalam famili Pyrgomorphidae yang dapat ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Warna-warna pada badannya memberikan peringatan untuk menjauhkan diri dari predator dan mempertahankan diri jika diganggu dengan mengeluarkan busa beracun

Chelonia mydas | Penyu hijau

Chelonia mydas atau Penyu Hijau memiliki perisai berbentuk hati dengan tepi yang rata, mampu hidup berukuran maksimal sekitar 200 kilogram. Chelonia mydas biasa menetas pada bulan Maret hingga Mei dengan total 43 hari menuju penetasan. Upaya konservasi Penyu Hijau yang telah dilakukan mulai menunjukkan keberhasilan, karena pada Oktober silam jenis ini naik statusnya dari Terancam Chelonia mydas | Penyu hijau

Xenopeltis unicolor | Sunbeam snake

Xenopeltis unicolor (Reinwardt, 1827) Xenopeltis unicolor atau Sunbeam snake umum dikenal sebagai ular Pelangi, merupakan reptil dari anggota Xenopeltidae yang hidup semi akuatik. Ciri khasnya yakni sisik yang Ketika terkena pantulan sinar matahari akan membuat tampak Pelangi. Ular ini tidak memiliki taring biasa, mereka biasa memangsa ikan-ikan di sawah dan kolam kecil. Umum dijumpai di Xenopeltis unicolor | Sunbeam snake

Rhacophorus margaritifer | Katak pohon Jawa

Rhacophorus margaritifer (Schlegel, 1837) Rhacophorus margaritifer atau Katak pohon Jawa merupakan spesies amfibi yang endemik di pulau Jawa. Berwarna coklat kemerahan dengan corak garis pada dorsal, serta bercak putih bak Mutiara yang menyebar di sepanjang kulit dorsalnya. Anggota dari famili Rhacophoridae ini memiliki ciri-ciri dengan mata yang besar dan selaput renang pada tungkai depan dan Rhacophorus margaritifer | Katak pohon Jawa

Odorrana hosii | Kongkang racun

Odorrana hosii (Boulenger, 1891) Jenis ini memiliki nama lokal Kongkang racun atau Poisonous Rock Frog yang biasa ditemukan di hutan sekunder hingga hutan primer dan sangat dekat dengan aliran sungai deras. Ciri paling mencolok yakni tubuh berwarna hijau dan ramping dengan lompatan yang cukup jauh. Disebut Kongkang Racun karena pada kulitnya terdapat kelenjar racun yang Odorrana hosii | Kongkang racun

Leptophryne cruentata | Kodok merah

Leptophryne cruentata (Tschudi, 1838) Dikenal dengan sebutan Kodok darah, Kodok merah yang menjadi anggota dari Bufonidae. Amfibi eksotis ini berukuran kecil 20 mm hingga 40 mm. Jenis ini dapat dijumpai di hutan primer dekat dengan aliran sungai cukup deras dan bersih. Kodok darah menjadi salah satu amfibi yang harus diperhatikan karena kini memiliki status terancam Leptophryne cruentata | Kodok merah

Dendrelaphis pictus | Ular Tali Picis

Dendrelaphis pictus (Gmelin, 1789) Yuk kenalan dengan ular tambang atau tali picis. Jenis ini biasa berdiam diri di ranting pohon pada hutan sekunder, memiliki akselerasi yang cukup baik dengan pergerakan yang cepat. Ular ini memiliki lidah berwarna merah api sebagai alat sensornya, cukup menarik yaa… Dendrelaphis pictus tidak berbisa sehingga aman bagi manusia. Meskipun demikian, Dendrelaphis pictus | Ular Tali Picis