Keanekaragaman hayati

Fejervarya limnocharis I Katak Tegalan

Fejervarya limnocharis (Gravenhorst, 1829) merupakan anggota dari Digcoglossidae yang sering disebut dengan nama lokal Katak Tegalan. Jenis ini biasa mendiami kolam, sawah, dan sungai pada dataran rendah. Memiliki ciri morfologi berupa garis memanjang pada bagian dorsal dari ujung moncong hingga anal. Katak ini menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi di Indonesia, banyak orang yang membudidayakan untuk Fejervarya limnocharis I Katak Tegalan

Nyctixalus margaritifer I Katak Pohon Mutiara

Nyctixalus margaritifer (Boulenger, 1882) sinonim Java Indonesian Tree-frog, dikenal dengan nama lokal Katak-pohon Mutiara merupakan famili dari Rhacophoridae marga Nyctixalus. Jenis ini memiliki warna merah menyala dengan tekstur tubuh berbintil, serta corak putih seperti mutiara yang tersebar di sepanjang kelopak mata. Nyctixalus margaritifer merupakan katak endemik asal Jawa yang berdistribusi utama di kawasan Taman Nasional Gunung Nyctixalus margaritifer I Katak Pohon Mutiara

Kupu-kupu Junonia almana

Kupu-kupu ini menyukai tumbuhan inang yang berasal dari Acanthaceae (Achantus, Asterachanta, Hygrophila, Barleria, Blechum, Hemigraphis, Ruellia, Storbilanthes), Amaranthaceae (Alternantera), Plantaginaceae (Plantago), Fabaceae (Mimosa), Verbenaceae (Lippia, Phyla, Stachytarpeta), Linderniaceae (Ilysanthes).

Kupu-kupu Euthalia aconthea

Kupu-kupu ini memiliki wilayah persebaran di Indonesia yang meliputi Sumatra, kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, Bangka, Belitung, Lingga, Lombok, Sumbawa, Timor, Weh, Kangean, Bintan. Jenis ini menyukua tumbuhan inang yang berasal dari suku Anacardiaceae (Mangifera, Anacardium).

Kodok Buduk yang akrab dengan masyarakat

Duttaphrynus melanostictus menjadi salah satu hewan amfibi yang akrab dengan kehidupan manusia. Mereka mampu beradaptasi dalam habitat apapun sehingga populasinya cukup banyak di Indonesia

Hylobates moloch I Owa Jawa

Hylobates moloch (Audebert, 1798) merupakan primata yang termasuk kedalam genus Hylobates yang menjadi satwa endemik di pulau Jawa. Owa Jawa hidup arboreal yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada hutan yang mereka tempati. Mereka hidup berkelompok dan akan melakukan aktivitas bergelantungan sambil mengeluarkan “nyanyian” merdu yang memberikan kesan natural saat mendengarnya secara langsung. Namun seiring dengan maraknya pembukaan Hylobates moloch I Owa Jawa

Chalcorana chalconota I Kongkang Kolam

Chalcorana chalconota (Schlegel, 1837) merupakan anggota katak sejati atau ranidae yang terdiri atas beberapa spesies kriptik (Inger et al. 2009). Sering disebut dengan kongkang kolam atau white lipped frog karena terdapat garis putih memanjang di sepanjang mulutnya. Katak ini banyak menghabiskan waktunya di kolam untuk meletakkan banyak telur, menetas, hingga dewasa. Individu jantan dewasa berukuran sampai Chalcorana chalconota I Kongkang Kolam

Microhyla achatina I Percil Jawa

Microhyla achatina (Tschudi, 1838) merupakan anggota dari famili microhylidae dengan tubuh kecil dan ramping serta memiliki moncong yang lancip. Individu jantan dewasa berukuran sekitar 20 mm dan betina 25 mm. Katak ini biasa dijumpai pada hutan primer dan sekunder, beberapa kasus ditemukan individu yang melakukan panggilan suara di antara rerumputan atau semak yang basah didekat Microhyla achatina I Percil Jawa

Phrynoidis asper I Kodok-buduk Sungai

Phrynoidis asper (Gravenhorst, 1829) lebih sering dikenal dengan nama lokal kodok sungai besar, kodok puru hutan dan kodok batu. Kodok ini berukuran besar dan gagah dengan kulit berbintil kasar. Ukuran jantan mencapai 100 mm dan betina dewasa hingga mencapai 140 mm. Kodok ini berwarna hitam gelap serta bola mata kuning dan menghuni tepian di hutan Phrynoidis asper I Kodok-buduk Sungai